Tutup Iklan
Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Dina Novitasari (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran selama Operasi Zebra di wilayah hukum Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Demikian dikatakan Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Dina Novitasari, Rabu (6/11/2019).

Dina mengatakan selama Operasi Zebra, 23 Oktober-5 November 2019, terdapat 3.365 pelanggaran. Sebanyak 2.648 pelanggaran di antaranya dilakukan pengendara sepeda motor.

"Sisanya pelanggaran yang dilakukan pengemudi mobil penumpang 389, bus 26, dan mobil barang 302," katanya.

Meskipun razia dalam operasi itu dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung, namun paling banyak pelanggaran terjadi di wilayah Parakan. "Pelanggaran terbanyak di Parakan, sekali razia pada pukul 06.30-08.00 WIB bisa dapat 200 pelanggaran, karena kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas kurang," katanya.

Ia menuturkan pelanggaran paling banyak karena tidak membawa surat-surat, tidak dilengkapi dengan SIM, STNK, kemudian anak di bawah umur, selanjutnya tidak menggunakan helm SNI.

Untuk angka kecelakaan selama Operasi Zebra tercatat tujuh kejadian atau menurun dibanding tahun lalu sebanyak sembilan kejadian. "Dari tujuh kecelakaan tersebut terdapat enam korban luka ringan dan tidak ada korban meninggal dunia," katanya.

Menurut dia, dalam Operasi Zebra ini 100% berupa penindakan. Karena itu angka pelanggaran tinggi. Selama 14 hari, katanya, terjadi 3.365 pelanggaran atau setiap hari terjadi 200 lebih pelanggaran.

Upaya preventif, menurutnya tetap dilakukan, yaitu dengan menyelenggarakan sosialisasi tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah, pasar, terminal, dan juga di Temanggung Fair.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten