Kategori: Sragen

Harus Cuci Darah, Pasien Covid-19 Gemolong Sragen Dirujuk ke RS dr Sardjito Jogja


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pasien dalam pengawasan atau PDP Covid-19 dirujuk dari RSUD Gemolong Sragen ke RS dr Sardjito Jogja. Pasien itu harus secara rutin menjalani cuci darah selama isolasi.

Data yang diperoleh Solopos.com, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) corona di Kabupaten Sragen bertambah tiga orang pada Rabu (15/4/2020).  Satu PDP di antaranya terpaksa dirujuk ke RS dr Sardjito Jogja karena harus tetap menjalani cuci darah secara rutin.

Update Corona: 5.136 Positif di Indonesia, 446 Sembuh, 469 Meninggal

Kepala Dinas Kabupaten (DKK) Sragen, dr Hargiyanto, mengatakan tiga pasien dalam pengawasan baru Covid-19 itu sempat dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen.

“Dua PDP baru kini dirawat di RSUD [dr Soeratno] Gemolong. Satu PDP baru lainnya dari RSUD Gemolong dirujuk ke RS dr Sardjito Jogja karena dibutuhkan fasilitas cuci darah,” jelas dr Hargiyanto kepada Solopos.com, Rabu.

Waspada Corona, 7 Anak Jalanan Baru Datang Di Jumapolo Karanganyar Diciduk Polisi

Hargiayanto mengatakan pasien dalam pengawasan Covid-19 di RSUD Gemolong itu memiliki riwayat penyakit penyerta sehingga harus dirujuk ke Jogja.  Hargiyanto belum mendapat laporan apakah tiga PDP itu sudah menjalani rapid test.

Orang Tanpa Gejala

Namun, dia memastikan tiga PDP baru itu tidak memiliki hubungan dengan dua warga Sragen yang sebelumnya terkonfirmasi positif corona di Kota Kecamatan Sragen.

Jangan Lupakan Demam Berdarah, Sudah Renggut 4 Nyawa di Klaten Loh!

Sementara itu, hingga Rabu pukul 16.00 WIB, total terdapat 19 pasien dalam pengawasan Covid-19 di Sragen, termasuk di Gemolong. Tujuh di antaranya dinyatakan sembuh, sembilan dirawat, satu dirujuk ke RS lain dan dua PDP meninggal dunia.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sragen saat ini mencapai 41 orang. Sementara jumlah pelaku perjalanan (PP) mencapai 14.707 orang. Perinciannya, 554 orang merupakan PP baru, 6.352 orang isolasi mandiri, dan 8.355 orang lolos masa pemantauan.

Efek Covid-19, Ribuan Karyawan di Soloraya Dirumahkan dan Kena PHK

Adapun jumlah orang tanpa gejala (OTG) meningkat dari 15 orang menjadi 24 orang. OTG itu berdasarkan tracing orang-orang berisiko tertular karena pernah berinteraksi dengan orang terkonfirmasi positif corona.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih