Harta Rp6,1 Miliar Ludes Terbakar di Bojonegoro
Petugas pemadam kebakaran Bojonegoro (Antara-Slamet Agus Sudarmojo)

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Kerugian akibat 143 kali kejadian kebakaran di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan sekitarnya mulai kebakaran permukiman, gudang, juga kebakaran lainnya termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal tahun ini hingga 22 Oktober 2018 mencapai Rp6,1 miliar.

"Besarnya kerugian kebakaran tahun ini termasuk kejadian kebakarannya jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu," kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Senin (22/10/2018).

Sesuai data, lanjut dia, pada 2017 kerugian kebakaran mencapai Rp3,8 miliar, dalam 101 kali kejadian dengan rincian sebanyak 49 kali kejadian kebakaran pemukiman, 28 kali karthutla, 19 kali kebakaran tempat usaha, juga kebakaran lainnya.

"Faktor utama banyaknya kejadian kebakaran tahun ini ya pengaruh kemarau yang panas," ujar dia. Berdasarkan data, dalam 143 kali kejadian kebakaran itu, di antaranya 13 kejadian kebakaran di luar daerah yaitu di Tuban, Lamongan, dan Blora Jawa Tengah, yang juga ikut ditangani damkar Bojonegoro.

Di Bojonegoro, kata dia, kejadian kebakaran yang terjadi antara lain, kebakaran rumah 36 kali, pasar/toko tujuh kali, gudang delapan kali, kandang tiga kali, kendaraan dua kali, listrik PLN empat kali dan karhutla 72 kali, selain kejadian kebakaran lainnya.

Dalam kejadian kebakaran tahun ini yang mengakibatkan kerugian terbesar yaitu kebakaran sebuah gudang di Desa Baureno, Kecamatan Baureno, Bojonegoro pada 19 Oktober 2018. Dalam kejadian kebakaran gudang dengan ukuran 10X60 meter itu, ada tembakau 50 ton ludes terbakar.

"Perhitungan terbakarnya 50 ton tembakau sekitar Rp900 juta," ucapnya.

Ia menambahkan dalam kejadian kebakaran sebuah rumah di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, pada 12 Oktober lalu, menimbulkan satu korban jiwa atas nama Murti, 65.

Selain itu, dalam kejadian kebakaran rumah di Desa Kedungombo, Kecamatan Balen, mengakibatkan pemiliknya Zainuddin, 60, menderita luka bakar dan kebakaran rumah di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, seorang warga Sarimin, 65, juga menderita luka bakar.

"Korban yang meninggal dunia sempat menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo karena menderita luka bakar. Tapi, sebelumnya korban sudah menderita sakit," ucap dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom