Harimau Jawa Terakhir Terdeteksi di Taman Nasional Meru Betiri Jatim

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur disebut-sebut menjadi salah satu habitat harimau Jawa.

 Kawasan Taman Nasional Meru Betiri. (merubetiri.id)

SOLOPOS.COM - Kawasan Taman Nasional Meru Betiri. (merubetiri.id)

Solopos.com, BANYUWANGI — Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaica) ditetapkan sudah punah pada 1980-an oleh The Union for Conservation of Nature (IUCN). Meskipun yang masih meyakini bahwa hewan ini masih  ada di hutan-hutan Jawa.

Harimau Jawa ini memang banyak ditemui di lahan hutan di Jawa. Namun, pada awal 1800 pembukaan lahan hutan di Jawa untuk menjadi perkebunan mengusik habitat harimau Jawa. Keberadaan harimau Jawa ini semakin terdesak akibat perburuan yang menjadi semakin massif.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dilansir dari dlhk.jogjaprov.go.id, Senin (23/5/2022), hingga awal 1940-an, populasi harimau Jawa diperkirakan tinggal tersisa 200 sampai 300 ekor. Populasi itu setiap tahun mengalami penurunan. Bahkan pada 1950-an, harimau Jawa diperkirakan tinggal tersisa 25 ekor.

Populasi harimau Jawa ini tersebar di sejumlah hutan di pulau Jawa. Salah satu habitat kucing besar itu berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Selain itu, habitat harimau Jawa juga berada di wilayah Jawa Timur, tepatnya di Taman Nasional Meru Betiri.

Baca Juga: Harimau Jawa Sudah Punah, Ini Habitat & Persebarannya

IUCN secara resmi mengumumkan bahwa harimau Jawa yang terakhir berada di Taman Nasional Meru Betiri. Keberadaan harimau Jawa di kawasan itu pun terakhir terdeteksi pada 1976. Setelah tahun itu, harimau Jawa semakin menghilang dan akhirnya dinyatakan punah pada awal 1980-an.

Meski dinyatakan punah, sesekali ada laporan terkait eksistensi harimau Jawa di pegunungan di pulau Jawa. Tetapi laporan itu belum dapat dapat diverifikasi.

Taman Nasional Meru Betiri ini masuk dalam wilayah Kabupaten Jember dna Kabupaten Banyuwangi. Luas kawasan taman nasional ini mencapai 52.626 hektare.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri. (merubetiri.id)

Dikutip dari merubetiri.id, Senin (23/5/2022), selama 1931-1938, kawasan Taman Nasional Meru Betiri merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola berdasarkan hukum pemerintah Hindia Belanda. Kemudian pada 1972, kawasan ini ditetapkan sebagai suaka margasatwa untuk harimau Jawa oleh Kementerian Pertanian dengan luas 50.000 hektare.

Baca Juga: Diklaim Punah, Ini Cerita Kemunculan Harimau Jawa di Sejumlah Tempat

Kemudian pada 1982, luas kawasan suaka margasatwa Meru Betiri diperluas menjadi 58.000 hektare. Tambahan lahan itu berasal dari bekas perkebunan Bandealit dan Sukamade Baru seluas 2.155 hektare serta kawasan hutan lindung sebelah utara dan kawasan perairan laut sepanjang Pantai Selatan seluas 845 hektare. Pada Oktober 1982, Suaka Margasatwa Meru Betiri dinyatakan sebagai calon taman nasional.

Pada 1997, Suaka Margasatwa Meru Betiri ditetapkan sebagai Taman Nasional Meru Betiri dengan lahan seluas 58.000 hektare. Kawasan ini berada di Kabupaten Jember seluas 37.585 hektare dan Kabupaten Banyuwangi seluas 20.415 hektare.

Hingga pada 2016, zona pengelolaan Taman Nasional Meru Betiri ditetapkan seluas 52.626,04 hektare berdasarkan SK Dirjen KSDAE Nomor: SK.382/KSDAE/SET/KSA0/9/2016 tanggal 30 September 2016.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Terpikat Pilot Gadungan, Wanita Kehilangan Mobil saat Diajak Ngamar

      Seorang pria yang mengaku sebagai pilot pesawat Garuda Indonesia menipu seorang janda dan membawa kabur mobilnya.

      Suhu Capai 33 Derajat Celcius, Simak Prakiraan Cuaca di Madiun Hari Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Selasa 9 Agustus 2022.

      Mantap! Petani Ponorogo Ekspor Kunyit Senilai Rp3 Miliar ke India

      Kelompok petani di Kabupaten Ponorogo kembali mengirim kunyit kering ke India.

      Diduga Terpeleset,Pemancing Tenggelam & Meninggal di Waduk Kedungbrubus

      Seorang pemancing meninggal dunia di area Waduk Kedungbrubus, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

      Polisi Masih Buru Pelaku Lain Kasus Teror Warga Desa di Jember

      Polres Jember masih terus memburu sejumlah pelaku lain dalam kasus pembakaran rumah dan premanisme yang terjadi di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember.

      Penonton Festival Reog Ponorogo Membeludak, PAD Tembus Rp529 Juta

      Pendapatan asli daerah dari penjualan tiket Festival Nasional Reog Ponorogo mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

      Tabrakan Adu Banteng Truk Bawa Tebu & Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

      Kecelakaan adu banteng antara truk pengangkut tebu dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Senin siang.

      Panas Lur! Simak Prakiraan Cuaca Madiun pada Senin Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Senin 8 Agustus 2022.

      Wow, Lukisan Reog Obyok Karya Pelukis Ponorogo Laku Terjual Rp30 Juta

      Lukisan reog obyok karya pelukis Ponorogo laku terjual Rp30 juta saat pameran lukisan dalam memeriahkan Grebeg Suro Ponorogo 2022.

      Rumah Atlet Bulu Tangkis Jatim Dibobol Maling, Sepeda Motor Digondol

      Rumah milik atlet bulu tangkis Jawa Timur, Nur Yahya Ady Velani, yang ada di Jalan Bulak Rukem Timur gang 2A Surabaya

      Pasca-kerusuhan di Mulyorejo Jember, Korban Ikuti Trauma Healing

      Warga di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, menjalani trauma healing setelah aksi kerusuhan terjadi di desanya.

      Dihantam Berbagai Masalah, Kapolri Didoakan Para Kiai di Kediri

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didoakan para kiai saat berkunjung ke Kediri.

      Terungkap! Ini Penyebab Teror & Pembakaran Rumah Warga Desa di Jember

      Polres Jember ungkap penyebab aksi teror dan pembakaran yang menimpa warga desa di Jember.

      Bayi Meninggal Gegara Diajak Nonton Persebaya Motoran dari Tegal

      Seorang bayi malang berusia enam bulan meninggal dunia setelah dibawa kedua orang tuanya menonton pertandingan bola dari Tegal, Jawa Tengah, ke Surabaya, Jawa Timur.

      Cocok Buat Jalan-Jalan, Simak Prakiraan Cuaca di Madiun Minggu Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Minggu 7 Agustus 2022.