Harian Jogja edisi Rabu (13/2/2014)

Harian Jogja edisi Rabu (12/2/2014) :

Kaban & Sopir Dicekal KPK

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah mantan Menteri Kehutanan Malam Sambat (MS) Kaban dalam kasus dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan di Departemen Kehutanan (Dephut) pada 2006-2007.

"Hari ini [kemarin] penyidik KPK mengirimkan surat permintaan cegah ke Direktorat Jenderal atas nama MS Kaban, yang bersangkutan adalah mantan Menteri Kehutanan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Abeto Tinggalkan Kasus Penting

JOGJA - Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi DIY Mei Abeto Harapan dimutasi menjadi pemeriksa keuangan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
Selain menjadi salah satu penyidik kasus Persiba Bantul, Abeto juga menjadi penyidik sejumlah kasus penting di Kejati DIY.
Diungkapkan Abeto, saat ini dirinya memang tengah menangani sejumlah perkara. Selain Persiba Bantul, dirinya juga menangani kasus Alkes RS Jogja dan PLN Jogja.

BERITA UTAMA : Hindari Pancung, Satinah Butuh Rp21 Miliar

JAKARTA—Pemerintah Indonesia terus berusaha membebaskan Satinah, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mendapat vonis hukuman mati oleh pengadilan Buraidah, Arab Saudi. Upaya terakhir ialah uang untuk membayar Qishas telah terkumpul sebesar 4 juta riyal.

Direktur perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Utama Razak, terakhir melakukan perundingan dengan keluarga korban.
Mereka memberikan maaf. Namun mereka tetap menuntut uang darah (diyat) sebesar 10 juta riyal atau setara Rp21 miliar.

KULONPROGO : Lahan Relokasi Dinilai Terlalu Sempit

KULONPROGO—Luasan lahan relokasi gratis yang dijanjikan Pemkab Kulonprogo dinilai kurang oleh kelompok masyarakat pro bandara.
Mereka merasa luas lahan yang ideal berkisar 250 hingga 300 meter persegi supaya bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak pembangunan bandara.

Terjang Rumah di Gedangsari

GEDANGSARI—Rumah milik Yusowiyono, 80, di Dusun Suruh, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, rusak kena longsor, Senin (10/2/2014).

Rumah Yusowiyono yang terbuat dari dinding bambu membentuk limasan itu nyaris rata dengan tanah setelah tertimpa material dari tebing setinggi 11 meter di belakang rumahnya yang ambruk sekitar pukul 18.00 WIB. Sebelum longsor, hujan deras disertai angin melanda wilayah tersebut.

SEPAKBOLA INTERNASIONAL : Melawan Februari Kelam

LONDON- Februari merupakan bulan tak bersahabat bagi Arsenal. Namun, menjamu Manchester United di Stadion Emirates London, Kamis (13/2/2014) dini hari WIB, Arsenal tak ingin lagi menjadikan Februari kali ini menjadi kelabu.

SEPAKBOLA LOKAL : PSS Sleman, Manajer & Asisten Mundur

SLEMAN—Setelah ditinggal sejumlah pemain andalan, PSS Sleman kembali kehilangan sosok penting. Kali ini, pilar klub yang hengkang adalah petinggi manajemen klub.

Manajer PSS Sleman Supardjiyono dan Asisten Manajer Operasional Rumadi, Selasa (11/2/2014) mundur dari jabatan mereka dan mengembalikan mandat kepada Direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS).

Lebih lengkap Anda bisa membaca Harian Jogja dalam versi kertas seharga Rp2.000 yang bisa Anda dapatkan di agen-agen koran terdekat.

SELAMAT MEMBACA… HARIAN JOGJA Berbudaya dan Membangun Kemandirian…


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten