Tutup Iklan

HARI SANTRI : Peringati HSN, Nahdliyin Semarang Ziarahi Makam Kiai Sholeh Darat

HARI SANTRI :  Peringati HSN, Nahdliyin Semarang Ziarahi Makam Kiai Sholeh Darat

SOLOPOS.COM - K.H. Sholeh Darat. (Okezone.com)

Hari Santri Nasional (HSN) dirayakan nahdliyin Semarang dengan sederet kegiatan, salah satunya ziarah ke makam para ulama, salah satunya Kiai Sholeh Darat.

Solopos.com, SEMARANG – Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, diperingati ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU)–atau biasa disebut nahdliyin–dengan menggelar berbagai kegiatan, salah satunya adalah berziarah ke makam para ulama, seperti makam K.H. Sholeh Darat di Bergota, Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan warga nahdliyin, Kamis (20/10/2016) sore.

“Iya kami memang berencana berziarah ke makam Kiai Sholeh Darat di Bergota. Ziarah ini kami gelar sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri [Nasional/HSN],” ungkap salah seorang nahdliyin yang juga Wakil Ketua Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Agus Fatuddin Yusuf, saat dijumpai Semarangpos.com di MAJT, Kota Semarang, Kamis (20/10/2016).

Agus menjelaskan alasan nahdliyin melakukan ziarah ke makam K.H. Sholeh Darat jelang perayaan Hari Santri Nasional (HSN). Hal ini tak lain karena penetapan HSN tak bisa dilepaskan dari peran warga nahdliyin sehingga wajar jika warga NU berziarah ke makam salah satu ulama besar yang menjadi cikal bakal berdirinya NU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai situs sejarah Islam di Indonesia, K.H. Sholeh Darat merupakan guru dari ulama-ulama besar Tanah Air, salah satunya adalah K.H. Hasyim Asyari yang merupakan pendiri NU. K.H. Sholeh Darat juga merupakan guru dari para ulama besar, seperti K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), K.H. Idris (pendiri Ponpes Jamsaren, Solo), dan  Kiai Munawir (pendiri Ponpes Krapyak).

”Penetapan Hari Santri [Nasional/HSN] sesuai Keppres 22 Tahun 2015 itu ditetapkan pada 22 Oktober. Hadirnya keputusan presiden itu tak terlepas dari gagasan para tokoh NU saat ini. Mereka melihat tanggal 22 Oktober itu merupakan tanggal yang bersejarah karena pada tanggal itu 71 tahun yang lalu [1945] dicetuskannya Resolusi Jihad oleh K.H. Hasyim Asyari, yang merupakan pendiri NU. Jadi Hari Santri [Nasional/HSN] itu tidak bisa dilepaskan dari NU. Makanya tidak salah jika kami merayakannya dengan berziarah ke makam sesepuh NU,” imbuh Agus.

Selain berziarah ke makam K.H. Sholeh Darat, menjelang perayaan Hari Santri Nasional (HSN) pihaknya juga akan menggelar berbagai agenda seperti sepak bola api dan istigasah di Pelataran MAJT, Jumat (21/10/2016) malam. Acara itu rencana diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai ponpes di Semarang. ”Rencana dalam sepak bola api nanti, Wali Kota Semarang [Hendrar Prihadi] dan beberapa pejabat lainnya, seperti Kapolrestabes dan Dandim juga akan turut serta,” imbuh Agus.

Sementara itu, puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Semarang akan digelar dengan upacara di halaman depan Balai Kota Semarang, Sabtu (22/10/2016).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.