Kategori: Solo

Hari Pertama Vaksinasi, Data Kasus Positif Covid-19 Solo Tambah 181 Orang


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Data kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Solo pada hari pertama vaksinasi, Kamis (14/1/2021), menunjukkan ada tambahan 181 orang.

Selain itu, Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo juga mencatat ada sembilan orang meninggal dunia pada hari yang sama. Tambahan tersebut membuat kumulatif kasus konfirmasi positif corona menyentuh 6.582 orang.

Perinciannya, 4.224 orang pulang/sembuh, 1.759 orang isolasi mandiri, 279 orang rawat inap, dan 320 orang meninggal dunia. Setelah dua hari berturut-turut pecah rekor dengan 250 dan 300 kasus pada Selasa (12/1/2021) dan Rabu (13/1/2021), tambahan 181 kasus itu tak terlalu signifikan.

SE Bupati Sukoharjo Direvisi, Usaha Kuliner Boleh Buka Sampai Pukul 21.00, Tapi...

Dengan data kasus positif Covid-19 yang terus bertambah, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan.

Protokol 4M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan menghindari kerumunan wajib jadi kebiasaan sehari-hari.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengakui masih banyak masyarakat yang abai melakukan hal tersebut sehingga lonjakan kasus tak terkendali selama beberapa hari terakhir.

Video Viral Ibu-Ibu PKL Sukoharjo Adu Mulut Dengan Satpol PP

Jam Operasional Rumah Makan

Ia berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa menekan angka penularan sehingga data kasus positif Covid-19 Kota Solo bisa segera melandai.

“Lumayan agak disiplin saat PPKM. Tapi, saya memang tidak lagi membatasi jam operasional rumah makan/kafe/restoran, pedagang kaki lima (PKL)/lapak jajanan, dan pusat kuliner. Mau bagaimana, negara tidak bisa menanggung hidup mereka, jadi ya harus cari makan sendiri. Tapi, pembatasan 25% pengunjung tetap berlaku,” katanya, Kamis siang.

13 Rumah Diminta Dibongkar Untuk Perluasan Parkir Stasiun Solo Balapan, Warga Menolak

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan ia memilih agar waktu operasional sesuai jam masing-masing usaha. Makan di tempat paling banyak 25% dari kapasitas/tempat duduk dengan jaga jarak antarorang paling sedikit 1,5 meter.

Lalu, layanan makanan pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional. “Kalau memang tanpa pembatasan ini salah, kami akan evaluasi. Namun, sepertinya masyarakat sudah mulai sadar PPKM sehingga bisa menaati untuk pembatasan jumlah pengunjung itu,” tandasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih