Hari Pertama PPKM Diperpanjang, Pemkab Sragen Kumpulkan Seratusan CPNS
Seratusan CPNS berdiri sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung SMS Sragen, Selasa (26/1/2021). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengumpulkan seratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk menerima Surat Keputusan (SK) CPNS di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Selasa (26/1/2021). Padahal hari ini perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimulai.

Lebih dari 100 CPNS itu mengikuti seremonial simbolis penyerahan SK CPNS untuk 619 orang hasil perekrutan pada 2019 lalu.

Penyerahan SK CPNS itu dilakukan secara virtual dengan di empat lokasi, yakni RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, RSUD dr. Soeratno Gemolong, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dan Aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen.

Baca juga: 10 Pekan Klaten Zona Merah Covid-19, ICU Mendekati Overload

Sedangkan pelaksanaan live berada di Gedung SMS Sragen. Penyerahan SK di Gedung SMS dan Aula Sukowati Setda dilakukan dengan dua gelombang.

Dari total 320 orang di Gedung SMS itu maka dipecah jadi dua gelombang dengan pembagian 50:50 dalam satu hari.

Para CPNS duduk di kursi dengan jaga jarak minimal 1 meter dan wajib pakai masker. Sebelum masuk gedung pun wajib cuci tangan. Prinsipnya protokol kesehatan ketat dilaksanakan di Gedung SMS Sragen itu. Pelaksanaannya pun diawasi tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen.

Baca juga: Dipercepat, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Kelar Desember 2021

“Seharusnya pada hari pertama PPKM jilid II ini tidak boleh mengumpulkan orang sedemikian banyak. Namun, karena menimbang dan melihat kegelisahan CPNS yang tidak segera dapat SK maka acara penyerahan SK ini tetap diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Yuni, sapaan Bupati Sragen, dalam pengarahannya.

Ada Formasi Tidak Terisi

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen Sutrisna saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa, menjelaskan sebenarnya total formasi pada rekrutmen CPNS 2019 itu sebanyak 627 orang tetapi hasilnya ada delapan formasi yang tidak terisi, yakni dari formasi dokter spesialis.

Dia mengatakan atas dasar itu maka penyerahan SK CPNS itu hanya untuk 619 orang. "Mereka statusnya CPNS sehingga gajinya masih 80%," ujar Sutrisna.

Ratusan orang CPNS itu akan mendapatkan gaji penuh 100% setelah mengabdi dua tahun dan melakukan diklat prajabatan. Mereka berasal dari formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. Sutrisna mengatakan mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa dan luar Jawa.

Baca juga: PPKM Karanganyar: PKL Taman Pancasila Senang Boleh Jualan Lagi, Sepakat Kukut Pukul 20.00 WIB

Dia menyebut CPNS yang asli Sragen paling dominan, yakni 342 orang. Selain itu, Sutrisna menjelaskan ada yang dari Karanganyar 83 orang, Ngawi 37 orang, Boyolali 30 orang, Sukoharjo 24 orang, Solo 16 orang, Klaten sembilan orang, dan Wonogiri tiga orang.

“Ada yang terjauh dari Pontianak tenggara sebanyak satu orang dan DKI Jakarta sebanyak dua orang,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom