Tutup Iklan

Hari Pertama PPKM Darurat di Solo Banyak Pelanggaran, Tempat Usaha Masih Buka

Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali di Kota Solo masih ditemukan banyak pelanggaran.

 Polisi memakai alat pengeras suara menyosialisasikan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali saat berpatroli keliling kota di Jl Ki Hajar Dewantara, Jebres, Solo, Jumat (2/7/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Polisi memakai alat pengeras suara menyosialisasikan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali saat berpatroli keliling kota di Jl Ki Hajar Dewantara, Jebres, Solo, Jumat (2/7/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Hari pertama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/7/2021), tampaknya masih belum dipatuhi masyarakat. Terbukti dengan masih banyaknya pelaku usaha di luar sektor non esensial membuka usahanya.

Petugas gabungan pun langsung menertibkan para pelaku usaha itu. Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memimpin Operasi Cipta Kondisi PPKM di Balai Kota Solo pada Sabtu (3/7/2021) malam.

Kapolresta mengatakan jajarannya menggelar Operasi Yustisi di beberapa akses masuk Kota Bengawan di hari pertama PPKM Darurat. Kepolisian menemukan beberapa pelanggaran protokol kesahatan hingga pelanggaran lalu lintas.

“Kami menyiapkan Tim Penyidik Khusus yang mengawal selama proses PPKM Darurat. Bila ada perlawanan kami beri tindakan tegas mengacu pada Undang-Undang Wabah Penyakit Menular dan Karantina Kesehatan,” papar Ade Safri.

Baca Juga: Ikatan Apoteker Indonesia: Ivermectin Seharusnya Tak Boleh Dijual Bebas

Ia menambahkan timnya bergerak bersama elemen lain untuk memberi imbauan kepada warga. Tepat pada pukul 20.00 WIB yang merupakan jam malam kegiatan masyarkat wajib dihentikan, dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area publik.

“Ini sebagai warning kepada masyarakat kami bubarkan untuk segera pulang ke rumah. Kalau keperluan mendesak seperti membeli obat kami perbolehkan. Lainnya kami bubarkan,” imbuh dia.

17 Titik Kerumunan di Hari Pertama PPKM Darurat Solo

Kapolresta menyebut ada 17 lokasi kerumunan dan aktivitas warga yang berkerumun saat olahraga di hari pertama PPKM Darurat di Solo. Kerumunan itu langsung dibubarkan petugas.

Seluruh lokasi olahraga, wisata, kesenian, dan budaya sementara ditutup. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan para tokoh agama untuk menutup sementara tempat ibadah. Sementara waktu, seluruh ibadah dilakukan di rumah.

“Ada 735 personel gabungan termasuk BKO Batalion 408 untuk mengawal PPKM Darurat. Penyemprotan tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan malam pukul 20.00 WIB,” papar dia.

Baca Juga: Pengumuman! Jalan Protokol di Klaten Ditutup Lebih Awal Cegah Covid-19

Sementara itu, di Kota Solo tidak ada penutupan jalan seperti Klaten dan Karanganyar. Namun, Polresta Solo menggunakan dua pos penyekatan di Faroka dan Jurug.

Cara bertindak kepolisian di pos itu dengan memeriksa penumpang Bus AKAP dan AKDP terkait kelengkapan vaksinasi. Minimal, pelaku perjalanan telah divaksin satu kali.

Lalu, kepolisian mengecek hasil tes swab antigen yang berlaku selama satu hari. Sedangkan tes swab PCR berlaku selama dua hari.

Jika tidak membawa, petugas langsung melaukan tes swab terhadap pelaku perjalanan di pos penyekatan itu. Pemeriksaan swab di hari pertama PPKM ini juga menyasar pengendara luar Kota Solo.

Baca Juga: Obituarium Ki Manteb Soedharsono, Sosok Rendah Hati, Tak Pelit Bagikan Ilmu dan Materi

Jika tidak ada sesuatu yang mendesak tentang kesehatan, pengendara langsung diputarbalikkan dan mengikuti tes swab. Hasil vaksin dan keterangan swab antigen berlaku pula di dua stasiun kereta api di Solo.

Sementara itu, bidang-bidang terkait esensial yakni sembako diperbolehkan buka hingga pukul 22.00 WIB. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan ketat yakni 50% pengunjung dan pengaturan jarak. Selain itu, pelaku usaha sektor non esensial seperti pasar pakaian dan elektronik wajib tutup.

Penolakan

Kapolresta menegaskan jika ada penolakan terhadap aturan PPKM Darurat di Kota Solo, maka Tim Penyidik Khusus berwenang mengambil langkah hukum. Tim penyidik yang mengawal PPKM Darurat bakal menjerat Undang-Undang Wabah Penyakit Menular dan Karantina Kesehatan.

“Kami tegakkan hukum yang lebih tegas, prinsipnya keselamatan rakyat hukum tertinggi. Sanksinya pidana bukan lagi sanksi administratif,” papar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dedy dan Suwardi Jadi Kandidat Kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen

Nama Dedy Endriyatno dan Suwardi mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen.

Vaksin AstraZeneca Tidak Diminati Lansia Klaten

Lansia di Klaten lebih suka vaksin Sinovac daripada vaksin AstraZeneca.

Round Up: Misteri Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Pada masa Kerajaan Pajang, lorong bawah tanah di Laweyan, Solo, itu diperkirakan menjadi jalur distribusi candu.

Unik, Buah Belimbing Milik Warga Wonogiri Ini Berwarna Merah

Buah belimbing berwarna merah itu dibagikan oleh akun Instagram @tani_ndezo pada Sabtu (27/11/2021).

Penting Banget, Percepatan Layanan Deteksi HIV pada Ibu Hamil

Penularan HIV bisa terjadi dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Paling Rentan, Ada 2 Pasien Tuberkulosis-HIV di Wonogiri

Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

UMK Naik Tipis, Ibu Buruh Pabrik di Solo Rela Nyambi Bersihkan Makam

Seorang ibu yang juga buruh pabrik di Solo harus memutar otak supaya penghasilan selama sebulan cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari, salah satunya rela membersihkan makan demi dapat penghasilan tambahan.

Belum Vaksinasi, Sejumlah ODHA di Wonogiri Tak Siap Ditanya Petugas

Sejumlah ODHA yang belum divaksinasi disebabkan belum siap menyampaikan riwayat penyakitnya kepada petugas.

Selamatkan Produksi Kakao, Indonesia Perlu Kemitraan & Industri Kreatif

Pola kemitraan dan penumbuhan industri kreatif olahan biji kakao berpotensi menyelamatkan produksi kakao Indonesia.

Kreatif! PKK Klaten Bikin Video untuk Kampanyekan Vaksin

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten membuat video kreatif untuk mengedukasi warga terkait pentingnya vaksin.

Seruduk Truk Tronton Parkir di Jalan Solo-Sragen, Bodi Truk Ini Ringsek

Sebuah truk ringsek setelah menyeruduk truk tronton boks yang parkir di jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan Warung You Sri, Dukuh Nguwer RT 017, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Hari Ini Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik Boyolali Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Boyolali hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Aplikasi SIRUP Dongkrak Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Sukoharjo

Sebanyak 93 persen paket pengadaan barang dan jasa Pemkab Sukoharjo sudah terlelang berkat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.