Kategori: Solo

Hari Pertama KRL Jogja-Solo Beroperasi, Penumpang: Perlu Membiasakan Tapping Kartu


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO -- Kereta Rel Listrik atau KRL Jogja-Solo resmi beroperasi secara reguler mulai Rabu (10/2/2021). Sejumlah penumpang mengaku cukup senang dengan adanya KRL lantaran waktu tempuh lebih cepat dari KA lokal Prambanan Ekspres (Prameks).

Selain itu, protokol kesehatan diterapkan secara ketat selama di dalam kereta. Salah satu penumpang asal Solo, Fano Satria, mengatakan ia berangkat dari Stasiun Solo Balapan dengan jadwal keberangkatan pukul 06.31 WIB.

Menurutnya, waktu perjalanan dengan KRL lebih cepat daripada KA Prameks. “Cepat keretanya meski setiap stasiun kecil berhenti, tapi tepat waktu. Akan tetapi, tadi sempat ada kendala sempat berhenti lima menit saat masuk ke Stasiun Lempuyangan. Karena enggak kejatah jalur masuk,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu.

Baca Juga: Maju Pilpres 2024, Politikus Muda Ini Usung Program Kuliah Gratis Negeri Maupun Swasta

Karyawan swasta yang bekerja di Jogja ini mengaku akses untuk naik KRL Jogja-Solo yang beroperasi per Rabu itu sudah oke. Dalam hal ini, penumpang perlu membiasakan diri tapping kartu pada gate masuk-keluar. Begitu juga dengan membeli kartu naik KRL (KMT) atau menggunakan e-money.

Dengan begitu, penumpang tak perlu antre membeli tiket secara go show. Selain itu, saat berada di dalam kereta, penumpang yang naik belum terlalu banyak. Mereka yang mendapatkan tempat duduk diatur jaraknya.

Jaga Jarak

Begitu pula dengan penumpang yang berdiri. Dengan begitu, penumpang tetap bisa jaga jarak dalam masa pandemi Covid-19 ini. “Kalau dari Solo Balapan, penumpang mau naik KRL memang agak memutar karena aksesnya harus melewati Skybridge. Secara jadwal keretanya lebih oke dari yang dulu. Saya bisa berangkat pukul 06.28 WIB dan pulang pukul 17.31 WIB,” paparnya.

Baca Juga: TSTJ Solo Buka Lagi, Wacana Tutup Setahun Batal

Penumpang lainnya, Nisa, menilai KRL Jogja-Solo yang beroperasi mulai Rabu lebih baik daripada KA Prameks. Ia menggarisbawahi penerapan protokol kesehatan selama berada dalam kereta terbilang ketat. Mulai dari tidak boleh melepas masker, tidak boleh makan dan minum, dan jarak diatur.

“Keretanya cepat jalannya dan tepat waktu, beda dengan KA Prameks yang kadang ngaret. Saya tadi naik dari Stasiun Maguwo sekitar pukul 10.15 WIB,” ungkap warga Kalasan tersebut.

Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan mulai Rabu (10/2/2021) KRL Jogja-Solo resmi beroperasi secara penuh, bertepatan dengan berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api 2021 (Gapeka 2021).

Baca Juga:Pria Tergeletak Di Jalur Pedestrian Simpang Ngemplak Solo Dikira Meninggal, Ternyata...

“Antusiasme masyarakat Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya memanfaatkan layanan KRL juga cukup tinggi pada hari pertama ini. Hal ini terbukti pada hari pertama pengoperasian KRL sebanyak 2.056 pengguna telah melakukan tap in pada gate elektronik stasiun hingga pukul 15.00 WIB,” paparnya.

20 Perjalanan

Menurutnya, setiap harinya KAI Commuter mengoperasikan 20 perjalanan KRL dengan KA pertama dari Stasiun Solo Balapan pukul 05.05 WIB dan KA terakhir pukul 19.10 WIB. Sementara KA pertama dari Stasiun Yogyakarta pukul 05.15 WIB dan KA terakhir pukul 19.10 WIB.

Baca Juga: Kendaraan Berat Dilarang Lewat Underpass Makamhaji Kartasura!

“Protokol kesehatan yang perlu diikuti pengguna, antara lain wajib memakai masker yang sesuai standar yaitu masker kain tiga lapis ataupun masker kesehatan. Pengguna juga akan mengikuti pengukuran suhu tubuh sebelum masuk ke stasiun. KAI Commuter juga telah menyediakan wastafel tambahan pada stasiun-stasiun agar pengguna dapat mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik KRL,” katanya.

Sedangkan memaksimalkan upaya jaga jarak, KAI Commuter membatasi kapasitas pengguna, yakni 74 orang per kereta dengan antrean penyekatan pada stasiun bila kondisi padat. Dalam KRL petugas juga senantiasa mengingatkan para pengguna untuk menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih