SOLOPOS.COM - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kiri), saat menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Simpang Lima, Semarang, Minggu (25/2/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati ratusan orang bersih-bersih sampah di arena CFD Simpang Lima, Semarang.

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 1.000 ton sampah dihasilkan warga Kota Semarang setiap harinya. Angka itu diperoleh berdasar data sampah yang masuk setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Promosi Cuan saat Ramadan, BRI Bagikan Dividen Tunai Rp35,43 Triliun

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku jumlah sampah yang masuk di TPA Jatibarang itu tergolong banyak. Meski demikian, pihaknya terus melakukan pengelolaan agar sampah yang dihasilkan bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat.

“Dari 1000 ton sampah yang masuk ke TPA Jatibarang, 350 kg sampah di antaranya diolah menjadi komposit. Dalam pengolahan itu kita dibantu PT Naropati sebagai pihak ketiga,” ujar pria yang akrab disapa Hendi itu saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Minggu (25/2/2018).

Hendi menambahkan selain diolah sebagai komposit, sampah yang tertampung di TPA Jatibarang juga diolah sebagai gas metan untuk disalurkan kepada 200 keluarga yang berdomisili di sekitar wilayah Jatibarang.

“Dalam pengolahan kita juga bekerja sama dengan Kerajaan Denmark agar sampah tersebut bisa diolah menjadi listrik. Selain itu, kita juga berencana membuat proyek insenerator. Tapi, masih Perpres-nya karena digugat Walhi [Wahana Lingkungan Hidup Indonesia],” ujar Hendi.

Sementara itu, pada peringatan HPSN itu Hendi bersama ratusan orang dari komunitas peduli sampah turut membersihkan sampah yang berserakan di kawasan Simpang Lima yang saat itu juga digunakan sebagai arena car free day.

Selain Hendi, aksi bersih sampah di Simpang Lima juga diikuti Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.

Acara yang digelar Pemkot Semarang dan KLHK itu juga turut dihadiri pengiat lingkungan sekaligus Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata.

[Baca juga Nadine Candrawinata Ikut Bersihkan Sampah di CFD Simpang Lima]

“Menurut saya Semarang sudah bersih. Pengelolaannya sampahnya sudah baik. Cukup pantas menjadi contoh kota-kota lain yang ingin terlihat bersih dan rapi,” ujar Nadine di sela aksi bersih sampah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya