Kategori: Wonogiri

Hari Kedua Jateng di Rumah Saja, Pasar dan Jalan Wonogiri Sepi


Solopos.com/Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah tempat publik di Wonogiri di hari kedua program Jateng di Rumah Saja, Minggu (7/2/2021), jauh lebih sepi dari pada akhir pekan sebelumnya selama pandemi Covid-19 ini.

Pantauan Solopos.com di Pasar Kota Wonogiri, pengunjung tak seramai Minggu biasanya. Hal itu dapat dilihat dari keterisian sepeda motor di tempat parkir yang tak penuh. Salah satu juru parkir, Panji, mengatakan jumlah kendaraan pengunjung yang diparkirnya sedikit.

Pada Minggu sebelumnya jumlah sepeda motor pengunjung sangat banyak, tetapi masih dapat ditampung di tempat parkir. Meski termasuk ramai, kondisi tersebut tak seramai saat kondisi normal atau sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Malam Minggu, Hajatan di Mojogedang Karanganyar Dikukut Satpol PP

Dia menginformasikan pada hari pertama program, Sabtu (6/2/2021), Pasar Kota Wonogiri jauh lebih sepi. Saat itu dia bisa sering beristirahat karena kendaraan yang diaturnya sedikit. Hal tersebut membuat pendapatan parkir minim.

Setiap akhir pekan biasanya Panji dan satu rekannya yang bertugas di sif pagi hingga siang memperoleh pendapatan lebih kurang Rp150.000. “Sabtu lalu kami hanya memperoleh Rp94.000. Itu belum dipotong setoran,” kata Panji.

Benar saja, kondisi dalam pasar terlihat lengang. Orang bisa dengan leluasa berjalan di lorong pasar. Sejumlah los dan kios tutup.

Sesuai Prediksi

Pedagang berbagai perkakas rumah tangga di lantai I, Sulastri, menilai pasar Minggu itu sepi. Biasanya pasar dipadati pengunjung setiap Minggu. Dia sudah memprediksi kondisi itu, sehingga dia membuka losnya lebih siang dari biasanya. Informasi yang dia peroleh dari pedagang, Sabtu lalu pasar jauh lebih sepi.

Kondisi itu sesuai perkiraannya sebelumnya, sehingga Sabtu tersebut Sulastri memilih tutup. “Meski sebenarnya diperbolehkan buka, saya kemarin [Sabtu] memilih tutup. Itu karena setelah Gubernur mengeluarkan aturan di rumah saja pada Sabtu dan Minggu, masyarakat tahunya pasar ditutup. Pedagang lainnya banyak yang tutup juga,” ujar Sulastri.

Baca Juga: Perjalanan KA Dialihkan, Sejumlah Wilayah di Semarang Masih Terendam Air

Pedagang berbagai sayuran di lantai I, Warni, menyampaikan hal senada. Dia memilih menutup losnya pada Sabtu karena memprediksi pasar bakal sepi pengunjung. Indikasinya terlihat sejak Jumat (5/2/2021). Pada hari itu konsumen membeli dagangannya jauh lebih banyak untuk stok di rumah. Itu supaya mereka bisa tetap memenuhi kebutuhan konsumsi jika pasar ditutup pada Sabtu dan Minggu.

Jalan raya Wonogiri-Purwantoro-Ponorogo, Jawa Timur, juga tak seramai biasanya. Minggu itu Solopos.com bisa sangat mudah menyeberang lantaran arus lalu lintas tak ramai. Biasanya kendaraan cukup kesulitan menyeberang karena lalu lintas ramai sekali.

Share