Tutup Iklan

HARI JADI KOTA SURABAYA : Inilah Serunya Warga Surabaya Nguleg Rujak Bersama

HARI JADI KOTA SURABAYA : Inilah Serunya Warga Surabaya Nguleg Rujak Bersama

SOLOPOS.COM - Festivel Nguleg Rujak Surabaya (detik.com)

Hari Jadi Kota Surabaya kali ini dimeriahkan dengan aksi menguleg rujak massal. Ingin tahu serunya?

Solopos.com, SURABAYA – Festival rujak uleg memeriahkan Hari Jadi ke-772 Kota Surabaya (HJKS). Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai intansi pemerintah maupun swasta serta masyarakat umum, tumplek blek di Jalan Kya-Kya, Kembang Jepun, untuk ngulek bareng.

Acara tersebut tidak hanya dihadiri ribuan warga Surabaya saja, tapi juga warga dari luar kota hingga turis dari mancanegara. Meski terik matahari cukup panas, warga maupun peserta yang berdandan beraneka ragam itu tetap semangat meramaikan Festival Rujak Uleg Tahun 2015.

“Tahun ini pesertanya semakin banyak, ada dari luar kota seperti Kota Probolinggo, Samarinda. Juga hadir tamu dari berbagai negara sahabat. Ini merupakan wujud kebersamaan dari pimpinan dan warga Surabaya, juga persahabatan dari pemimpin luar negeri,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai membuka acara Festival Rujak Uleg 2015, Minggu (10/5/2015).

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menambahkan, acara festival rujak uleg bisa dijadikan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya.

“Pesertanya setiap tahun terus meningkat. Agenda ini merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan Pemkot Surabaya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya,” terangnya.

Setelah membuka acara, Risma bersama tamu undangan serta pejabat pemkot lainnya berkeliling mengunjungi peserta. Bahkan, Risma bersama kepala daerah yang hadir, nguleg bareng dan diikuti peserta lainnya.

“Panitia dari tahun ke tahun selalu berupaya meningkatkan kualitas dengan membuat event tahunan yang lebih aktraktf. Jadi selain rasa rujaknya enak, peserta juga harus menguleg dengan gaya menghibur,” tambah Asisten I Bidang Pemerintahan Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin.

Kostum yang digunakan para peserta pun banyak yang unik, ada yang mengenakan kostum ala dokter, tukang sulap, pakaian bajak laut bahkan ada yang memakai kostum burung garuda.

Momen yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya datang juga, ketika peserta selesai nguleg rujak, pengunjung langsung menyerbu mencicipi hasil ulegan rujak para peserta.

“Di kota saya tidak ada acara semacam ini. Makanya setiap tahun saya bersama keluarga selalu menyempatkan datang ke sini. Melihat pesertanya menarik dan yang paling ditunggu adalah mencicipi rujak uleg,” kata Arif warga Gedangan, Sidoarjo.

Berita Terkait

Berita Terkini

Target Sasaran Vaksin Covid-19 di Kudus Jadi 607.063 Orang

Target sasaran vaksin Covid-19 di Kabupaten Kudus naik menjadi 607.063 orang dari sebelumnya hanya 127.063 orang.

Kasir Otaki Pencurian Rp74 Juta Milik UPK Gemilang Magelang

Seorang kasir di Unit Pengelola Keuangan (UPK) Gemilang Sejahtera Tempuran berinisial, Sj, 38, jadi otak pencurian uang senilai Rp74 juta.

Lirik Lagu Lingsir Wengi dan Terjemahannya Versi Didi Kempot

Di bawah ini terdapat lirik lagu yang kerap dikaitkan dengan horor, Lingsir Wengi versi sang maestro musik campursari, Didi Kempot.

Menilik Kuliner Opor Ayam Khas Pati yang Fenomenal

Pati punya hidangan khas lain berupa opor, salah satunya Opor Ibu Saudah yang dalam penyajiannya porsi potongan ayamnya besar-besar.

Ini Dia Daftar Perguruan Tinggi BUMN yang Kasih Beasiswa Plus Link Pendaftarannya

Sembilan perguruan tinggi BUMN menawarkan beasiswa kuliah kepada calon mahasiswa baru.

10 Berita Terpopuler : 1 dari 4 SMK Swasta Terbaik Nasional Ada di Solo – Kisah Warga Terjerat Pinjol

Ulasan tentang SMK swasta terbaik nasional hingga Coca Cola merugi masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

KA Nusa Tembini Digadang Angkat Pariwisata Banyumas

KA Nusa Tembini rute Cilacap-Yogyakarta pergi pulang (PP) yang akan diluncurkan pada 2 Juli 2021 diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.  

Waduh! Covid-19 Meluas, Tambah 3 Kantor Desa di Polokarto Sukoharjo Lockdown

Seluruh pelayanan masyarakat dihentikan sementara setelah tiga kepala desa (Kades) di Polokarto dinyatakan positif Covid-19.

Kasus Covid-19 Sleman Melonjak, Hingga Pertengahan Juni Ada 59 Pasien Meninggal

Terjadi lonjakan kasus COvid-19 di Sleman. Begitu pula dengan angka kematian pasien Covid-19 yang meningkat.

Akses Layanan Kesehatan di Cilacap Tersulit di Jawa Tengah

Kabupaten Cilacap memiliki nilai tertinggi untuk kategori sangat sulit terkait akses pelayanan kesehatan  di Jawa Tengah.

Kompak Turun, Ini Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kamis 17 Juni 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada hari ini, Kamis (17/6/2021) turun, baik untuk cetakan UBS maupun Antam.

Solopos Hari Ini: Pertaruhan Ekonomi

Koran Solopos edisi Kamis (17/6/2021) mengangkat topik utama tentang sikap pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang melonjak sekaligus memperbaiki ekonomi yang terpuruk.