Hari Ini Dalam Sejarah: 5 November 1914, Prancis & Inggris Deklarasikan Perang ke Ottoman
Pasukan Prancis tiba di Lemnos, 1915, untuk menyerang Kesultanan Ottoman. (Wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Prancis dan Inggris mendeklarasikan perang terhadap Kesultanan Ottoman pada 5 November 1914 yang kemudian memicu pembentukan Blok Sekutu dan Blok Sentral.

Deklarasi perang dari Prancis dan Inggris ke Ottoman merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 5 November.

Selain perang yang pecah antara Prancis dan Inggris dengan Ottoman, masih banyak peristiwa bersejarah pada 5 November yang terangkum pada Hari Ini Dalam Sejarah yang dihimpun Solopos.com dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

1757

Pertempuran antara pasukan Prusia dan pasukan Prancis yang dibantu pasukan Kekaisaran Romawi Suci meletus di Rossbach atau kini Braunsbedra, Jerman. Salah satu pertempuran di masa Perang Tujuh Tahun itu berhasil dimenangi pasukan Prusia. Pasukan Prancis dan pasukan Kekaisaran Romawi Suci yang kalah harus kehilangan sedikitnya 5.000 tentara mereka, sedangan Prusia hanya kehilangan 169 tentaranya.

1914

Di masa Perang Dunia I, Prancis dan Inggris mendeklarasikan perang terhadap Kesultanan Ottoman. Prancis dan Inggris, bersama beberapa negara lainnya, lantas membentuk Blok Sekutu. Sedangkan Kesultanan Ottoman membentuk Blok Sentral bersama Jerman dan Austria-Hungaria.

1916

Kaisar Jerman Wilhelm II dan Raja Austria Hungaria Franz Joseph mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Polandia. Kerajaan Polandia merupakan negara boneka bentukan Blok Sentral semasa Perang Dunia I. Negara tersebut lantas runtuh di akhir Perang Dunia I pada 1918 dan digantikan Republik Polandia.

1917

Tokoh komunis Jaan Anvelt memimpin kaum revolusioner di Tallinn, Estonia untuk menggulingkan pemerintahan sementara yang dibentuk Rusia. Upaya itu membuahkan hasil dengan bubarnya pemerintahan sementara dua hari kemudian. Namun demikian, Rusia lantas membentuk Uni Soviet dan memasukkan Estonia sebagai salah satu negara anggota Uni Soviet.

1940

Jerman menyerang kapal barang milik Inggris, HMS Jervis Bay, di perairan Atlantik Utara. Akibatnya, HMS Jervis Bay tenggelam setelah dibombaridir kapal perang Jerman.

1950

Pasukan PBB yang terdiri atas tentara dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia berhasil mengalahkan pasukan Tiongkok dan Korea Utara (Korut) di Pakchon, Korut. Dalam salah satu pertempuran di masa Perang Korea itu, pasukan PBB hanya kehilangan 14 tentaranya, sedangkan pasukan Tiongkok dan Korut harus kehilangan 270 tentara mereka yang tewas.

1955

Untuk kali pertama setelah Perang Dunia II, Gedung Opera Negara Wina di Wina, Austria dibuka setelah kembali dibangun. Sebelumnya, gedung yang telah berdiri sejak 1869 itu hancur akibat pertempuran di masa Perang Dunia II.

1980

Christoph Tobias Metzelder lahir di Haltem, Jerman Barat. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang pernah membela beberapa klub besar di Eropa, yakni Borussia Dortmund, Real Madrid, dan Schalke 04. Selain itu, Metzelder merupakan bek andalan Jerman sejak 2001 hingga 2008.

2006

Mantan Presiden Irak Saddam Husein dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Al-Dujail Irak atas tuduhan pembantaian 148 orang Syiah pada 1982. Ia lantas dieksekusi mati pada 30 Desember 2006.

2012

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menutup dan mematikan dua reaktor nuklir setelah diketahui menggunakan suku cadang yang belum disetujui. Keputusan menutup reaktor nuklir itu mengakibatkan Korsel mengalami kekurangan daya listrik selama berbulan-bulan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom