Hari Ini Dalam Sejarah: 24 Februari 1895, Perang Kemerdekaan Kuba Meletus
Lukisan yang menggambarkan pasukan Kuba dalam Perang Kemerdekaan Kuba. (Wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Perang antara Kuba dan Spanyol untuk kali pertama pecah di Kota Santiago di Kuba, 24 Februari 1895. Pertempuran antara Kuba dan Spanyol itu juga disebut dengan Perang Kemerdekaan Kuba.

Peristiwa itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 24 Februari. Berikut rangkuman Hari Ini Dalam Sejarah, 24 Februari, yang dihimpun Solopos.com dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

SS Gothenburg. (Wikipedia.org)
SS Gothenburg. (Wikipedia.org)

1875
Kapal uap atau kapal api milik Inggris, SS Gothenburg, tenggelam di perairan timur Australia setelah menabrak Great Barrier Reef yang jika diterjemahkan bebas berarti karang penghalang besar. Tak kurang dari 100 penumpang yang kebanyakan pejabat Inggris tewas dalam kecelakaan air tersebut.

1895
Perang antara Kuba dan Spanyol untuk kali pertama pecah di Kota Santiago di Kuba. Perang tersebut meletus karena rakyat Kuba menginginkan revolusi dan segera ingin lepas dari cengkeraman Spanyol. Pertempuran antara Kuba dan Spanyol itu juga disebut dengan Perang Kemerdekaan Kuba.

Duh, Pria Jepang Kena Corona Usai Jalan-Jalan Ke Indonesia

1917
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Inggris, Walter Hines Page, menerima telegram dari Kekaisaran Jerman yang menyatakan akan menjamin kembalinya New Mexico, Texas, dan Arizona kepada Meksiko. Kala itu, Kekaisaran Jerman juga mengimbau Meksiko untuk segera melakukan penyerangan ke AS demi merebut wilayah-wilayah tersebut. Telegram dari Jerman itu kini dinamai Telegram Zimmermann.

1942
Siaran Voice of America (VOA) mengudara untuk kali pertama. Kala itu, VOA menyiarkan berita di sejumlah negara, antara lain Jepang, kawasan Pasifik Selatan, dan wilayah Eropa serta Afrika Utara yang saat itu dikontrol Jerman. Tujuan penyiaran stasiun penyiaran berita Amerika Serikat (AS) di sejumlah negara tersebut tak lain untuk melakukan propaganda.

Asyik! KA Bandara Sampai Klaten, Catat Jadwalnya!

1945
Gerilyawan Filipina dibantu pasukan Amerika Serikat (AS) berhasil mengalahkan pasukan Jepang demi merebut kembali Kota Manila. Selain mengakibatkan sejumlah pasukan tewas, pertempuran gerilyawan Filipina yang dibantu pasukan AS dengan pasukan Jepang itu juga membunuh sekitar 10.000 warga sipil.

1971
Inggris menerapkan undang-undang pembatasan imigran yang berasal dari negara persemakmurannya. Setelah diberlakukannya undang-undang tersebut, jumlah imigran dari negara persemakmuran Inggris dibatasi sama dengan negara lain yang bukan negara persemakmuran Inggris.

Lagi! 5 Peserta Tes CPNS Pakai Joki, Ternyata Ada Agennya

1981
Pangeran Charles mengumumkan pertunangnnya dengan Putri Diana. Beberapa bulan kemudian, kandidat raja Inggris berjuluk Prince of Wales itu resmi menikahi Diana.

1989
Pemimpin Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan pernyataan akan memberi imbalan uang senilai US$3.000.000 kepada siapa saja yang dapat menangkap Salman Rushdie, orang yang menulis buku berjudul The Satanic Verses. Buku tersebut dianggap telah menghina Nabi Muhammad dan menyinggung banyak tokoh Islam.

Fidel Castro. (Reuters)
Fidel Castro. (Reuters)

2008
Pemimpin Kuba, Fidel Castro, terpaksa melepas kekuasaannya yang sudah ia jalani hampir 50 tahun. Castro diturunkan dari jabatannya sebagai presiden Kuba karena kondisi kesehatannya yang terus menurun. Majelis Nasional Kuba lantas memilih Raul Castro untuk menggantikannya sebagai Presiden Kuba.

Sumber: Wikipedia.org, Thepeoplehistory.com, Brainyhistory.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho