Hari Ini, 145 Desa di Karanganyar Selenggarakan Pilkades

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KARANGANYAR – Sebanyak 145 desa di Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2019 pada Rabu (20/2/2019). Sebanyak 145 desa itu tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Bagian Pemerintah Desa dan Kelurahan Kabupaten Karanganyar, seluruh desa di delapan kecamatan menyelenggarakan pilkades. Sebanyak delapan kecamatan itu adalah Jatipuro, Jumapolo, Jumantono, Tawangmangu, Jaten, Kebakkramat, Kerjo, dan Jenawi.

Tahapan pilkades pada Selasa (19/2/2019) adalah masa tenang. Artinya seluruh calon kepala desa (kades), tim sukses, sukarelawan, simpatisan, dan lain-lain tidak boleh melaksanakan aktivitas mengawah kampanye. Tetapi, informasi yang beredar, sejumlah tim sukses dari calon kades nekat bergerilya saat masa tenang.

Informasi yang diterima Solopos.com, aksi politik uang terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso. Warga menangkap sejumlah orang yang nekat membagikan uang saat masa tenang Pilkades. Pada video dan sejumlah foto yang masuk ke Whatsapp Solopos.com, warga memamerkan beberapa lembar uang pecahan Rp50.000 ditata di meja pada Selasa.

Sudah menjadi rahasia umum, gerilya yang dilakukan dengan membagikan sejumlah uang, barang kebutuhan pokok atau sembako, dan lain-lain. Kasak kusuk pembagian sejumlah uang terjadi di sejumlah kecamatan. Solopos.com mencoba menemui sejumlah orang di sejumlah kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Jaten.

Lelaki yang enggan menyebutkan nama itu mengaku mendapat uang Rp100.000 dan rokok dari salah satu calon kades. Uba rampe itu diberikan pada akhir Januari. Tim sukses salah satu kades di Kecamatan Jaten mengundang ratusan warga untuk berkumpul.

“Waktu itu pertemuan warga. Yang datang dari beberapa RT. Saat pertemuan membagikan uang dan rokok bergambar calon. Nah sepertinya nanti malam [Selasa] akan dibagikan lagi Rp50.000. Tapi kurang tahu, nanti bagaimana,” ujar dia terkekeh.

Warga dari Kecamatan Matesih pun mendengar manuver salah satu calon kades di Kecamatan Matesih.Tetapi manuver yang dilakukan berbeda. Calon kades di Kecamatan Matesih mengumpulkan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Alasannya meminta doa restu.  Kondisi di Kecamatan Tasikmadu tidak jauh berbeda dengan kecamatan tetangga, Jaten. Calon kades membagikan uang Rp100.000.

Nyatus-nyatus. Wis dibagekne. Nang desa kui thok. Liyane ora ngerti. [Seratus-seratus. Sudah dibagikan. Di desa itu saja. Lainnya tidak tahu,” ujar lelaki usia 30-an itu saat berbincang dengan Solopos.com di salah satu gedung di Karanganyar.

Informasi lain menyebutkan calon kades di Kecamatan Ngargoyoso membagikan uang Rp200.000 untuk warga. Sementara itu di Kecamatan Kerjo, calon kades tidak membagikan uang saja tetapi ada juga yang membagikan paket kebutuhan pokok atau sembako. Faktanya pesta demokrasi tingkat desa terasa lebih ramai dan panas apabila dibandingkan dengan pemilihan kepala desa (pilkada).

Calon Kepala Desa Membantah

Salah satu calon kades Jaten, Kecamatan Jaten, Harga Satata, mengklaim tidak menggunakan politik uang untuk merebut simpati warga. Harga adalah calon kades baru atau bukan incumbent. Pertimbangannya tidak menggunakan politik uang adalah jumlah warga di Jaten banyak, tingkat pendidikan tinggi, dan kesejahteraan cukup.

“Kalau daerah lain mungkin bisa saja. Tetapi kalau di sini sepertinya kok tidak [politik uang]. Kalau saya dan tim pilih strategi pendekatan kepada warga dan menyerap aspirasi,” tutur dia saat dihubungi Solopos.com.

Hal senada disampaikan sejumlah calon kades incumbent. Rata-rata mereka mengandalkan capaian kerja periode sebelumnya. Mereka beralasan tidak memiliki dana untuk bagi-bagi uang. Calon Kades Karang, Kecamatan Karangpandan, Dwi Purwoto, menyampaikan optimistis warga akan menggunakan hak pilih dan memilih dengan bijak.

“Ada sukarelawan yang kerja. Ya tetap antisipasi orang dari luar memperkeruh suasana di sini. Kami awasi. Modal saya sosial. Kalau masih suka dengan saya Alhamdulillah. Pakai cara halal saja,” tutur dia saat dihubungi Solopos.com.

Hal senada disampaikan calon Kades Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Suparno. Lelaki berperawakan kurus itu terkekeh saat ditanya apakah menggunakan strategi politik uang menjelang pilkades alias serangan fajar. “Duit darimana? Kalau incumbent itu rata-rata mengandalkan hasil kerja periode kemarin. Tidak ada serupiah pun yang saya keluarkan,” tutur dia.

Hal senada disampaikan imcumbent Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Sutopo. Dia mengklaim menggunakan cara terhormat atau tidak mengandalkan uang dan barang lain kepada warga. Tetapi dia tidak menutup mata praktik calon kades lain. “Saya tidak akan membeli suara dengan barang maupun uang. Kami ingin mendidik masyarakat tidak bisa dibeli,” ujar dia.

Sementara itu, salah satu calon Kades Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Sudrajat, menyampaikan keprihatinan saat ditanya tentang video yang beredar secara berantai melalui Whatsapp. Video berisi sejumlah warga memperlihatkan beberapa lembar uang pecahan Rp50.000 ditata di meja. “Iya tahu info itu. Ya biarkan. Saya enggak pakai apa-apa. Pakai kinerja saja dan program sesuai visi misi. Saya yakin warga tidak akan bisa dibeli dengan uang,” tutur dia.

Informasi yang beredar uang tersebut dibagikan oleh salah satu calon kades. Ketua Panitia Pilkades Wonorejo, Badiyanto, menyampaikan mendengar perihal kejadian tersebut. Tetapi dia menjelaskan hal itu tidak termasuk ranah panitia pilkades.

“Saya juga dengar tapi bukan ranah kami. Itu ditangani Polsek. Kami kan hanya mengimbau tidak boleh membagikan uang. Bagaimana kelanjutan, seperti apa ada prosedur,” jelas dia saat dihubungi Solopos.com.

Sementara itu, Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menyampaikan anggota polsek berpatroli di wilayah. Secara tersirat, Subarkah mengungkapkan bahwa temuan itu bukan ranah polisi. Tetapi, dia menyampaikan polisi akan memproses secara hukum apabila ada laporan warga.

“Kalau ada yang melapor, ya tetap kami proses. Ada pelapor, terlapor kami buatkan laporan polisi. Kami siap mendukung pilkades,” tutur dia. 

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Tiga astronaut China berhasil mendarat di Gurun Gobi, Jumat (17/9/2021), setelah perjalanan luar angkasa 90 hari.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

Tingkatkan Awareness Masyarakat Terkait Keamanan Bertransaksi Digital, BI Lakukan Ini

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengadakan webinar Interoperabilitas Sistem Pembayaran dan Keamanan Bertransaksi di Era Digital.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargosari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.