Puluhan ekor sapi diperdagangkan di Pasar Hewan Nglangon, Sragen, saat hari pasaran Pahing, Minggu (21/7/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Harga sapi di Pasar Hewan Nglangon, Sragen, menjelang Iduladha terus naik hingga menembus Rp36 juta per ekor pada Minggu (21/7/2019).

Namun ada pula sapi yang dijual lebih mura. Paling murah adalah sapi jawa seharga Rp15 juta per ekor. Di sisi lain, para pedagang sapi mengeluh pembeli sapi untuk hewan kurban pada hari pasaran Minggu Pahing itu cenderung sepi.

Para pedagang sapi dari berbagai daerah di wilayah Sragen, Ngawi, dan Karanganyar berdatangan ke Pasar Hewan Nglangon, Sragen, sejak Minggu pagi. Pasar hewan tersebut hanya ramai pada pasaran Pahing.

Seorang pedagang sapi asal Ngawi, Sukiman, 45, menyampaikan harga sapi itu tergantung jenis dan bobotnya. Dia mengatakan di pasar Nglangon ada banyak jenis sapi, seperti limosin, simental, brangus, dan sapi jawa.

“Harga sapi untuk limosin, simental, dan brangus paling mahal sampai Rp36 juta per ekor. Sapinya besar dan gemuk. Tapi ada sapi yang murah dengan harga Rp15 juta per ekor, yakni sapi jawa. Orang beli sapi untuk hewan kurban rata-rata pada harga Rp18 juta-Rp20 juta/ekor. Sepi, saya bawa dua ekor sejak tadi pagi belum laku,” ujarnya.

Sukiman mengatakan Iduladha masih kurang 20 hari. Biasanya H-7 itu mulai ramai pembeli untuk hewan kurban. Sukiman hanya menjual sapi ke Sragen. Ia tidak pernah berdagang sapi ke pasar hewan lainnya.

Pedagang sapi asal Ngangin, Karangtengah, Sragen, Timan, 60, mengaku membawa lima ekor sapi ke pasar namun belum laku sampai siang hari. Dia mengeluh sepi pembeli. Padahal sapi yang dia tawarkan relatif terjangkau, yakni kisaran Rp17,5 juta sampai Rp18,5 juta per ekor.

Mbah Surip, 74, pedagang sapi asal Ngoncol, Nglorog, Sragen, memilih berjualan sapi betina. Ia membawa sembilan ekor sapi laku delapan ekor sapi. Tinggal satu ekor sapi yang ia tawarkan dengan harga Rp14,7 juta.

“Saya pilih jualan sapi betina karena harganya murah. Sapi betina untuk dipelihara. Kalau sapi jantan mahal dan beli biasanya untuk daging kurban atau jagal. Harganya menyesuaikan bobot dan jenisnya,” ujarnya.

Sementara seorang warga asal Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Maryono, 60, datang bersama beberapa warga dari Kerjo ke Pasar Hewan Nglangon untuk mencari hewan kurban. Dia sempat memilih-milih hewan yang sesuai dengan harga yang terjangkau.

Akhirnya Maryono berhasil mendapatkan seekor sapi limosin untuk kurban saat Iduladha nanti. “Tadi pedagang menawarkan dengan harga Rp19,5 juta per ekor. Setelah saya tawar, akhirnya disepakati dengan harga Rp18,5 juta,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten