Harga Minyak Goreng Melejit, BKPN Minta Pemerintah Beri Insentif

Harga minyak goreng yang beredar saat ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

 Ilustrasi minyak goreng. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi minyak goreng. (freepik)

Solopos.com, JAKARTA — Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) meminta pemerintah memberikan insentif harga minyak goreng di pasaran agar dapat terjangkau oleh masyarakat. Hal itu menyusul harga minyak goreng diprediksi masih terus mahal hingga akhir tahun sehingga memberatkan bagi sebagian kalangan masyarakat.

Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN-RI Renti Maharaini Kerti menyampaikan harga minyak goreng yang beredar saat ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau kita lihat HET memang saat penyusunan HET itu harga komoditas minyak kelapa sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) ada di kisaran USD 500 hingga USD 600 per metrik ton, saat ini harga CPO mencapai USD 1.365 per ton itu langsung berpengaruh pada entitas produsen minyak goreng di kita,? tuturnya, Senin (29/11/2021), yang dilansir liputan.com.

Baca juga: Melemah di Sesi Awal, IHSG Ditutup Menguat 46,74 Poin Awal Pekan Ini

Menurut, UUD tahun 1945 menjamin tiap warga negara berhak atas penghidupan yang layak, ini artinya negara hadir dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia sebagai konsumen. Pelaksanaannya ditindaklanjuti melalui UUPK, dimana Pasal 1 angka 1 mengatakan bahwa perlindungan konsumen adalah segala daya upaya yang menjamin adanya kepastian hukum bagi penyelenggaraan perlindungan konsumen.

Pemenuhan Hak-Hak Konsumen

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN-RI Johan Efendi dalam keterangan tertulis menyampaikan salah satu hak konsumen adalah mendapat hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa; dan kewajiban bagi pelaku usaha untuk beriktikad baik dalam pemenuhan hak-hak konsumen.

“Minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Kenaikan harga minyak goreng di pasaran tentunya cukup meresahkan dan menjadi tambahan beban terhadap daya beli konsumen, apalagi di masa pandemi ini,” kata dia.

“Oleh karena itu perlu perhatian dari pemerintah dan stakeholder terkait agar harga minyak goreng di pasaran bisa kembali stabil sehingga tidak memberatkan konsumen,” tambah Johan.

Baca juga: Rencana Kenaikan TDL Tahun Depan Diprotes, Dinilai Terburu-Buru

Lebih lanjut, Renti menguraikan CPO merupakan bahan baku dari produk minyak goreng. Jika harga CPO naik maka, harga minyak goreng juga ikut naik. Hal ini perlu diwaspadai, jangan sampai kenaikan harga acapkali timbul pada saat momentum menjelang hari besar dan jelang tahun baru, karena Indonesia mempunyai lahan sawit terluas di dunia.

“Untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2022, BPKN-RI berharap pemerintah dapat menyuplai minyak goreng dengan harga khusus serta ada mekanisme kebijakan agar tidak menjadi bagian pemicu inflasi dan masyarakat yang membutuhkan komoditas ini tetap bisa membeli minyak goreng dengan kemasan sederhana dan terjangkau. Tentunya ini perlu sinergi yang baik dari pemerintah dan stakeholder dalam upaya untuk melindungi konsumen dalam pemenuhan minyak goreng dengan harga stabil,” tutup Johan.

Diketahui, kenaikan harga minyak goreng akan berdampak langsung kepada konsumen pengguna minyak goreng baik konsumen rumah tangga maupun konsumen industri terutama untuk industri pengolahan makanan skala kecil dan menengah.

Salah satu jenis usaha dalam industri pengolahan makanan yang menggunakan minyak goreng sebagai salah satu bahan baku utama dalam proses produksinya adalah usaha penggorengan kerupuk.

Baca juga: Dorong Electric Lifestyle, PLN Salurkan 60 Kompor Induksi di Mataram

Berita Terkait

Berita Terkini

Hari Gizi Nasional, Ini Cara BRI Ikut Cegah Stunting di Indonesia

Ini merupakan bentuk kepedulian BRI bagi generasi penerus bangsa sekaligus membantu pemerintah dalam memerangi stunting di Indonesia.

Pemerintah Pertimbangkan Naikkan Tarif Listrik Nonsubsidi, Mulai Kapan?

Pemerintah akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan tarif dasar listrik terhadap 13 golongan pelanggan nonsubsidi pada pertengahan tahun ini.

Dapat Alokasi Anggaran Rp1,13 Triliun, Renovasi TMII Meliputi Apa Saja?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengalokasikan Rp1,13 triliun untuk renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Siap Jadi Ikon, Harta Karun Peninggalan Soekarno di Sarinah Dipoles

Pada saat awal proses pemugaran, Tim BUMN tak disangka menemukan relief peninggalan proklamator sekaligus Presiden Pertama RI, Soekarno.

Menakar Kepercayaan Kreditur Seusai Sritex Lolos dari Pailit

Sritex berhasil mencapai kesepakatan dalam rapat di Pengadilan Niaga Semarang, Jumat (21/1/2022). Semua kreditur separatis kompak menyetujui rencana damai yang diajukan perusahaan tekstil tersebut.

Menjanjikan Nih, Usaha Warmindo Bisa Raup Rp30 Juta per Bulan

Warmindo biasanya berlokasi di pulau Jawa, khususnya di daerah-daerah yang ramai, seperti kampus, perkantoran, atau lingkungan pabrik.

Tingkatkan Imunitas Karyawan, Semen Gresik Adakan Vaksinasi Booster

PT Semen Gresik (PTSG) menyelenggarakan program vaksinasi dosis ketiga (booster) batch pertama kepada 78 karyawan di Poliklinik Pabrik Rembang.

Kenalan dengan Sistem Informasi Akuntansi, Manfaat, dan Rekomendasinya

Jurnal juga sangat cocok untuk berbagai skala perusahaan mulai dari kecil, menengah hingga besar karena memberi penawaran harga yang cukup bervariasi dan menarik.

Milad ke-8, BPRS Harta Insan Karima Gelar Outbound dan Bagikan Beasiswa

Bank Perkreditan Rakyat Syariah Harta Insan Karima (BPRS HIK) Solo tahun ini memperingati sewindu kelahirannya dengan berkegiatan di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Lolos dari Pailit, Ini Fokus Sritex Selanjutnya

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex lolos dari pailit seusai mayoritas kreditur sepakat menerima proposal perdamaian emiten tekstil tersebut.

Disperindag Grobogan Cek Harga Minyak Goreng, Ini Hasilnya

Disperindag Grobogan bersama Satgas Pangan melakukan pengecekan penerapan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter di sejumlah mini market.

Transaksi Digital Diprediksi Tembus Rp50 kuadriliun, Ini Strategi BRI

Dalam mengantisipasi antusiasme masyarakat untuk bertransaksi non tunai, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus memperkuat infrastruktur digital.

+ PLUS Blak-Blakan Wali Kota Gibran: Menciptakan Multiplier Effect Tirtonadi

Gibran menilai ntuk menghubungkan Tirtonadi pada ekonomi digital sehingga tercipta multiplier effect cara yang digunakan adalah melalui keberlangsungan event.

Konsumen Panic Buying, YLKI Endus Praktik Kartel di Balik Minyak Goreng

YLKI menyatakan pelepasan minyak goreng subsidi seharga Rp14.000 per liter seharusnya diikuti dengan kebijakan pembatasan pembelian.

Meski Lebih Mahal, Berikut Keunggulan LPG Nonsubsidi

Akhir tahun 2021, PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan ke publik terkait kenaikan harga jual liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi.