HARGA KEBUTUHAN POKOK : Produksi Berlimpah, Pemerintah Tak akan Impor Bawang Merah
Bawang merah di pasar Surabaya turun harga, Senin (1/6/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Didik Suhartono)

Harga kebutuhan pokok, termasuk bawang merah, terancam naik saat Ramadan 2015. Namun stok dalam negeri melimpah.

Solopos.com, CIREBON -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian kembali menegaskan tidak akan impor bawang merah. Penyebabnya, jumlah produksi telah mencapai 200.000 ton sedangkan kebutuhan nasional hanya 100.000 ton/bulan.

Kementerian Pertanian bersama Bulog telah mulai membeli langsung hasil produksi bawang merah milik petani agar mata rantai distribusi tidak terlalu panjang. Distribusi panjang berpotensi membuat harga jual bawang merah menjadi lebih tinggi di tingkat konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan selama produksi dalam negeri mencukupi, pemerintah tidak akan melakukan impor. Untuk mencegah permainan spekulan, penanganan masalah bawang merah dilakukan secara menyeluruh.

Dia menuturkan harga bawang merah sudah stabil meskipun memasuki momentum Ramadan. Berdasarkan pembelian dari petani oleh Kementerian Pertanian, harga bawang merah Rp12.000/kg di tingkat petani. Sedangkan di kota seperti Kramat Jati harganya Rp16.000-Rp18.000/kg.

“Beberapa waktu lalu harga bawang merah sempat menyentuh level Rp36.000-Rp40.000/kg, akan tetapi kini mulai stabil,” katanya di Cirebon, Selasa (30/6/2015).

Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya meminta masyarakat agar tidak terlalu khawatir jika terjadi kenaikan sekitar 2%-5%. kenaikan yang terjadi dijamin masih dalam tahap yang wajar. “Kalau harga bawang lokal sedikit tinggi, biarlah petani menikmati, kalau tetap impor sama saja mensejahterakan petani negara lain,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom