Harga Empon-Empon di Klaten Anjlok, Jahe Jadi Rp30.000/Kg
Seorang pedagang empon-empon tengah merapikan dagangan di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Selasa (3/3/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, KLATEN -- Harga empon-empon di sejumlah pasar tradisional di Klaten mulai turun dalam beberapa hari terakhir. Turunnya harga empon-empon itu diduga karena stok melimpah di pasaran.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, di Pasar Induk Klaten, harga empon-empon terus mengalami penurunan sejak awal Ramadan 2020. Harga jahe yang awalnya senilai Rp60.000 per kilogram menjaddi Rp30.000 per kilogram.

Selain itu, temu lawak dari 15.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram. Daun serai dari Rp10.000 menjadi Rp5.000 per ikat.

"Sekarang harga empon-emppn sudah turun drastis. Banyak yang sudah panen," kata salah satu penjual empon-empon di Pasar Induk Klaten, Tuminem, 40, saat ditemui Solopos.com di Pasar Induk Klaten, Senin (25/5/2020).

Ingin Covid-19 Segera Berakhir? Bupati Madiun: Masyarakat Harus Jalankan Protokol Kesehatan!

Menurut dia, satu-satunya empon-empon yang harganya masih tinggi, yakni kayu manis. Kini, harga kayu manis senilai Rp100.000 per kilogram.

"Itu pun sebenarnya sudah turun. Soalnya beberapa waktu lalu harganya Rp120.000 per kilogram," imbuh Tuminem.

Harga Sembako Stabil

Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang memburu empon-empon di pasar tradisional Klaten. Namun, jumlahnya sudah menurun drastis dibandingkan saat awal munculnya pandemi Covid-19, pertengahan Maret lalu.

"Pas ramai beberapa waktu lalu, saya bisa melayani minimal 50 pembeli empon-empon per hari. Saat ini hanya 20-an pembeli saja per hari," kata dia.

Selain empon-empon, harga sembako di pasar tradisional relatif stabil saat Lebaran 2020. Di antaranya cabai rawit senilai Rp25.000 per kilogram, cabai keriting senilai Rp20.000, bawang merah senilai Rp50.000 per kilogram, kentang senilai Rp13.000 per kilogram.

"Kenaikan paling drastis terjadi di harga seledri. Dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram. Mungkin stok di pasaran juga mulai langka," katanya.

Lebaran, Puluhan Pedagang Sragen Nekat Berjualan Meski Pasar Ditutup


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho