Harga Emas Turun Lagi, Dolar AS Jadi Penyebabnya
Ilustrasi emas Antam. (suara.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Tren menurunnya harga emas yang terjadi sejak pekan lalu belum berhenti di awal pekan ini. Pada Senin (19/1/2021), harga emas Antam kembali anjlok Rp4.000 per gram, menjadi Rp944.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp821.000 per gram. ?Harga buyback tersebut juga mengalami penuruan Rp 7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga jual emas batangan pada hari ini.

Tips Investasi Emas Bagi Pemula, Bisa Jadi Cuan Hlo!

emas 0,5 gram Rp 522.000.
emas 1 gram Rp 944.000.
emas 2 gram Rp 1.828.000.
emas 3 gram Rp 2.717.000.
emas 5 gram Rp 4.495.000.
emas 10 gram Rp 8.935.000.
emas 25 gram Rp 22.212.000.
emas 50 gram Rp 44.954.000.
emas 100 gram Rp 44.345.000.
emas 250 gram Rp 221.265.000.
emas 500 gram Rp 442.320.000.
emas 1.000 gram Rp 884.600.000.

Seperti dilansir detik.com, pada Jumat (8/1/2021), harga emas Antam berada di level Rp969.000 per gram. Sehari berikutnya harga emas Antam turun lagi menjadi Rp 956.000/gram. Artinya dalam sepekan harga emas Antam turun sebesar 1,3%.

Lalu, hari Sabtu (16/1/2021) harga logam mulia tersebut dibanderol di Rp 948.000/gram. Apabila dibandingkan dengan harga Jumat (15/1/2021) emas Antam mengalami penurunan 0,8%. Volatilitas harga emas Antam cenderung mengekor harga emas global.

Bijak Berinvestasi Emas, Ini Saran dari Pegadaian dan Galeri 24

Di sepanjang pekan lalu harga emas dunia rontok 1,17%. Dalam dua pekan terakhir harga emas anjlok 3,6%.

Mengutip laporan CNBC Indonesia, pada periode yang sama indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap kelompok mata uang lain menguat hampir 1%.

Kontradiksi Emas dan Dollar AS

Emas dan dolar AS memang punya korelasi negatif yang kuat. Artinya pergerakan emas dan dolar AS saling berlawanan. Ketika dolar AS menguat harga emas cenderung tertekan. Alasannya pun beragam. Emas ditransaksikan dalam mata uang AS. Ketika dolar AS mengalami apresiasi artinya harga emas menjadi semakin mahal sehingga mengurangi minat beli terhadap aset yang tak berimbal hasil tersebut.

Perlu Tahu, Begini Cara Investasi Emas Tanpa Waswas

Selain itu, emas juga punya nilai historis dan pernah digunakan sebagai alat kebijakan moneter. Berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak dalam jumlah besar oleh bank sentral kapan saja terutama saat krisis seperti sekarang ini.

Dalam pandangan kaum monetarist, pasokan uang yang berlimpah hanya akan menimbulkan fenomena kenaikan harga di kemudian hari alias i

Tahun 2020 telah menjadi saksi keperkasaan emas. Tahun lalu harga logam kuning itu melesat lebih dari 20% melampaui kinerja saham. Namun belakangan ini emas loyo. Bahkan ketika ada yang disampaikan oleh Presiden AS terpilih Joe Biden.

Kenaikan kasus Covid-19 di banyak negara dan memicu respons penerapan lockdown oleh pemerintah dan membuat pelaku pasar berspekulasi mimpi buruk yang terjadi pada Maret tahun lalu akan terulang.

Begini Upaya Pemerintah Bangkitkan Sektor Perumahan

Saat pasar keuangan global ambrol tahun lalu investor lebih memilih uang tunai sebagai aset yang dipegang. Namun bukan sembarang cash yang diinginkan, melainkan dolar AS yang dikenal sebagai safe currency.

Indeks dolar yang sudah tertekan hebat ke level terendah hampir tiga tahun pun akhirnya menemukan momentum untuk rebound. Kenaikan dolar AS inilah yang membuat harga emas anjlok di pasaran.

Sumber: Suara.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom