Tutup Iklan
Harga Emas Naik Lagi, Akankah Cetak Rekor Baru Lagi?
Ilustrasi emas batangan. (JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA -- Harga emas kembali naik pada awal bulan Agustus, Sabtu (1/8/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada Sabtu tercatat naik Rp12.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam yang dikutip Bisnis.com, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram dipatok Rp1.028.000, naik Rp12.000.

Harga emas dengan satuan terkecil 0,5 gram mencapai Rp544.000, naik Rp6.000. Lebih lanjut, untuk satuan 5 gram dihargai Rp4.920.000, 10 gram Rp9.775.000, dan 25 gram Rp24.312.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Keberangkatan Ditunda, 6 Calhaj Klaten Ambil Dana Pelunasan BPIH

Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam yang berdasarkan harga produk 1 gram tercatat Rp926.000, naik Rp13.000 dari sebelumnya Rp913.00. Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nilainya lebih dari Rp10 juta.

Sementara itu, harga emas yang dijual di Pegadaian, Sabtu, tercatat stagnan dibandingkan dengan perdagangan pagi sebelumnya.

Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas cetakan Antam dan UBS ukuran paling kecil yakni 0,5 gram berada di level Rp552.000 dan Rp543.000. Nilai itu sama dengan perdagangan sebelumnya. Selanjutnya, untuk ukuran 1 gram, harga emas cetakan Antam dibanderol dengan harga Rp1.033.000. Emas cetakan UBS dalam ukuran yang sama mencapai Rp1.025.000.

Kabar Duka: Adik Bungsu Gus Dur, Gus Im, Meninggal Dimakamkan di Jombang

Diramal Menyentuh Rekor Baru

Di pasar global, harga emas semakin kinclong dan tinggal sejengkal lagi menyentuh level US$2.000 per troy ounce. Kinerja dolar AS yang melempem ditambah dengan angka kasus Covid-19 yang terus bertambah membuyarkan harapan akan pemulihan perekonomian.

Hal itu membuat emas makin jadi primadona investasi. Dilansir Bisnis.com dari Bloomberg, harga emas sempat menyentuh level US$2.000 pada Jumat (31/7/2020).

Hingga pukul 06.40 Waktu New York atau 17.40 WIB, harga emas berjangka Comex menyentuh level US$1.992,8 per troy ounce atau naik 1,32 persen dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya.

Solopos Hari Ini: Covid-19 Indonesia Tak Berpuncak

Sementara itu, harga emas di pasar spot tercatat US$1.974,24 per troy ounce atau naik 0,88 persen. Harga emas di pasar spot bahkan sempat menyentuh level US$1.986,36 pada awal perdagangan, sebuah rekor baru harga emas di pasar spot.

Bila dikonversi ke rupiah dan gram, level harga emas Comex setara Rp1.027.651 per gram sedangkan harga emas spot Rp1.018.235 per gram. Harga tersebut mengacu pada kurs Rp14.641 per dolar AS.

Dalam catatan Bloomberg, harga emas sepanjang Juli 2020 telah naik 11 persen. Kinerja tersebut menuju rekor kinerja bulanan terbaik selama delapan tahun terakhir.

5 Desa Pelaksana Pilkades Serentak Boyolali Masuk Zona Merah Covid-19, Bagaimana Antisipasi Pemkab?

Kekhawatiran terkait dampak pandemi membuat pemilik dana berbondong-bondong memburu aset aman seperti emas. Managing Director MK Dubai Frederic Panizzutti meyakini tinggal menunggu waktu saja harga emas menyentuh level US$2.000 per troy ounce.

Begitu juga dengan harga perak yang diperkrakan bakal menembus level US$30 per troy ounce. Dengan lebih banyak stimulus, Goldman Sachs Group Inc. mengatakan emas adalah mata uang pilihan terakhir di tengah ancaman inflasi terhadap dolar.

Goldman memperkirakan harga emas akan reli ke US$ 2.300. Bank of America Corp juga memprediksi harga emas bisa melonjak hingga US$3.000.

Sumber: Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho