Harga Cabai Rawit Merah di Solo Tembus Rp120.000/Kg, Penjual Ayam Geprek Pusing
Salah satu pedagang cabai di Pasar Legi, Solo, Senin (15/2/2021).(Farida Trisnaningtyas/Solopos)

Solopos.com, SOLO—Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Solo menembus angka Rp120.000/kilogram (kg). Semakin pedasnya harga cabai jenis ini dipengaruhi sedikitnya stok barang yang ada. Di sisi lain, permintaan atau daya beli masyarakat masih sedikit lantaran adanya pandemi Covid-19.

Salah satu pedagang bumbu di Pasar Sidodadi Kleco, Harti, mengatakan harga cabai khususnya rawit merah melonjak hingga Rp120.000/kg. Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah paling tinggi terjadi pada Selasa (2/3/2021).

“Harga cabai rawit merah Rp120.000/kg. Sehari sebelumnya Rp100.000/kg. Naik paling tinggi ya baru ini. Beberapa hari lalu Rp90.000/kg lalu Rp92.000/kg,” ujar dia, kepada wartawan, Selasa.

Baca Juga: PPnBM Mobil Gratis, Ini Hitungannya Menurut Dealer

Harti menambahkan harga cabai rawit merah dari tempat ia biasa kulakan memang sudah tinggi. Konon kenaikan komoditas yang kerap menyumbang inflasi tersebut lantaran sedikitnya stok karena petani tak banyak yang menanam cabai.

Sementara untuk cabai jenis lainnya, yakni cabai merah besar Rp50.000/kg dari sebelumnya Rp45.000/kg. Sedangkan cabai teropong Rp37.000/kg, dan rawit putih Rp45.000/kg.

“Barangnya sedikit, dulu saat awal Covid-19 enggak banyak pembeli jadi mungkin petani tanamnya sedikit, sekarang jadi mahal karena tak banyak yang tanam. Kalau permintaan pembeli masih sepi, masih jauh dari normal,” papar dia.

Baca Juga: Saatnya Beli Properti, PPN Rumah Hingga Rp2 Miliar Ditanggung Pemerintah 100 Persen

Pasokan Berkurang Drastis

Sedangkan harga cabai rawit merah di Pasar Legi, Solo, di angka Rp105.000/kg. Salah satu pedagang cabai, Suryono, mengatakan kenaikan harga menembus di atas Rp100.000/kg sejak Minggu (28/2/2021). “Ya, tiga hari terakhir ini naiknya sampai Rp100.000/kg. Sementara jenis lain harganya biasa,” kata dia.

Menurutnya, tingginya harga cabai rawit merah ini karena pasokan maupun stok barang dari wilayah panen berkurang drastis. Hal ini karena tak banyak petani yang panen cabai rawit merah. Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi faktor cuaca. Cabai yang dijualnya tersebut banyak didatangkan dari Jawa Timur seperti dari Kediri, Blitar, dan Banyuwangi.

“Saya kulakan juga enggak berani banyak-banyak. Sekarang 1 kuintal saja belum tentu habis. Pembeli juga masih sedikit. Mereka tahu harganya mahal jadi belanja malah kurang. Misalnya, biasanya beli 10 kg sekarang paling 1-2kg,” ungkap dia.

Baca Juga: Terkesan, Ini Keistimewaan KRL Jogja-Solo Menurut Presiden Jokowi

Sementara itu, salah satu penjual ayam geprek di Manahan, Harno, mengatakan tak berani belanja cabai rawit merah dalam jumlah banyak lantaran saking melejitnya harga. Ia biasa membeli cabai rawit merah untuk membuat ayam geprek dan sambal bawang untuk menu ayam kremes.

Kali terakhir ia belanja di Pasar Mangu dan Pasar Nogosari, Boyolali. Menurutnya, 1 kg cabai rawit merah senilai Rp110.000/kg pada Selasa (2/3/2021). Sementara sebelumnya harga cabai tersebut Rp104.000/kg.

“Akhirnya saya kurangi jumlah cabainya. Misalnya ayam geprek level pedas cabainya ada 6, sekarang paling 3,” jelas dia.

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom