HARGA BBM : SPBU Asing Naikkan Harga BBM Mendadak, Pemerintah Diam

HARGA BBM : SPBU Asing Naikkan Harga BBM Mendadak, Pemerintah Diam

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aktivitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Harga BBM di sejumlah SPBU asing naik tiba-tiba dan tak ada reaksi dari pemerintah.

Solopos.com, JAKARTA -- Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) mempersoalkan penaikan sepihak harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing yang beroperasi di dalam negeri.

"Anehnya, tanpa sosialisasi dan pemberitahuan sebelumnya ke publik , ternyata mulai hari ini harga BBM yg dijual di SPBU asing, merangkak naik," ujar Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria, melalui siaran pers hari ini, Rabu (27/5/2015).

Dia mengatakan untuk harga BBM sekelas Pertamax biasa naik dari Rp8.950/liter menjadi Rp9.100/liter (Pertamax milik Pertamina tetap Rp8.800). Sementara untuk BBM setara Pertamax plus, naik dari Rp10.150/liter menjadi Rp10.300/liter. Bandingkan harga Pertamax plus Pertamina yang masih tetap Rp10.050/liter.

"Belum diketahui apakah untuk menaikan harga jual tersebut perusahaan minyak asing tersebut sudah mendapat persetujuan Pemerintah," paparnya.

Dia juga mengaku heran sebab DPR RI, pemerintah dan pengamat tertentu yang hingga kini belum mengomentari serta mempermasalahkan kenaikan harga jual BBM pada SPBU asing tersebut. Padahal, jika Pertamina yang menaikan harga dengan serta merta, banyak pihak yang langsung mempermasalahkan.

"Makanya, kami mendesak pemerintah untuk menjelaskan ke publik ketika menaikan harga tersebut apakah pihak pemilik SPBU asing itu sudah minta izin Pemerintah. Kita tunggu jawaban Pemerintah," ujar Sofyano.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.