Ratusan warga Klaten mengantre pembagian ayam gratis di Jl. Pemuda, Klaten Tengah, Rabu (26/6/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Setelah sempat naik secara perlahan, harga ayam hidup dari peternak kembali turun. Kondisi ini membuat masa suran peternak rakyat mandiri diprediksi terus terjadi sebelum adanya penanganan dari pemerintah. 

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Jawa Tengah, Parjuni, mengatakan pada Selasa (10/9/2019) hingga Kamis (12/9/2019) harga ayam hidup sempat stagnan sekitar Rp16.500/kg. 

"Tapi kemarin [Jumat, 13/9/2019] menjadi Rp16.000/kg. Jadi ada tren menurun lagi. Sedangkan untuk HPP [harga pokok produksi] masih di Rp17.500/kg," kata dia kepada Solopos.com, Sabtu (14/9/2019). 

Lebih lanjut Parjuni mengatakan bulan ini tepat satu tahun para peternak mandiri mengalami rugi karena harga ayam hidup di bawah HPP. "Sejak September 2018 hingga saat ini, baru pada Juli kemarin harga ayam sesuai HPP," terang dia. 

Dia pun memprediksi kondisi buruk untuk bisnis budi daya unggas peternak mandiri itu akan berlanjut hingga akhir tahun ini, bahkan lebih. Apalagi sampai saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah. 

"Saya katakan memang [pemerintah] sangat bodoh, persoalan seperti ini saja tidak bisa mengatasi. Benar-benar memalukan. Atau mungkin memang dibiarkan sehingga usaha peternak rakyat mati satu per satu, kemudian digantikan oleh perusahaan besar," kata dia. 

Seperti diketahui, pada Kamis (5/9/2019), para peternak dari berbagai daerah menggelar aksi pembagian ayam di beberapa lokasi di Jakarta. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah terkait merosotnya harga ayam hidup dari peternak yang mengakibatkan para peternak rugi hingga berbulan-bulan. 

Parjuni memastikan jika kondisi itu tidak segera membaik, protes terhadap pemerintah akan terus dilakukan. Dia menyampaikan pada Minggu (8/9/2019) siang, harga ayam hidup dari kandang sudah naik menjadi Rp13.000-Rp13.500/kg. 

Beberapa hari sebelumnya harga ayam hidup Rp10.000-Rp12.000/kg. Dia menyebutkan ada peningkatan Rp500/kg setiap harinya. Namun harga itu masih jauh dari HPP yang mencapai Rp17.500-Rp18.000/kg.

Sebelumnya, salah satu peternak di wilayah Soloraya, Surono, mengatakan pada Minggu (1/9/2019), harga ayam hidup dari peternak sekitar Rp9.500/kg. Kemudian pada Rabu (4/9/2019), harga sekitar Rp10.000-Rp11.000/kg. "Harga masih di bawah HPP," kata dia belum lama ini.   

Harga ayam potong di pasaran Solo mencapai sekitar Rp30.000/kg. Berdasarkan informasi yang diunggah di Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) PHPS Jawa Tengah, harga daging ayam di Solo pada Jumat (13/9/2019) sekitar Rp30.600/kg. 

Harga tersebut mulai berlaku sejak 2 September 2019. Meskipun sempat mengalami lonjakan harga selama sehari saja pada 12 September. Pada hari itu harga daging ayam mencapai Rp32.000/kg. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten