Hapus Pungli Pemakaman, Komisi III DPRD Minta Juru Kunci Sering Ngantor di TPU

Komisi III DPRD Kota Solo menilai adanya pungli dalam proses pemakaman menjadi tanggung jawab juru kunci.

  Y.F. Sukasno. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Y.F. Sukasno. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Adanya pungutan liar dalam proses pemakaman jenazah yang diduga terjadi di Kota Solo dinilai karena kurang tegasnya juru kunci dalam mengawasi petugas pemakaman.

Juru kunci sebagai pejabat yang bertanggung jawab di pemakaman seharusnya memahami dan melaksanakan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pemakaman.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Solo, Y. F. Sukasno, melalui siaran pers yang diterima Solopos.com pada Sabtu  (31/7/2021). “Di pasal 14 Perda Pemakaman, yang bertanggung jawab di pemakaman adalah pejabat yang bertugas di taman pemakaman atau juru kunci. Saya dan anggota Komisi III sudah sering turun langsung ke pemakaman untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan  kejadian itu sering terulang,” jelas dia.

Baca Juga: Keluarga Pasien Meninggal Positif Corona Asal Solo Dimintai Uang Jutaan Rupiah Saat Pemakaman, Pungli?

Menurut Sukasno, di tempat pemakaman memang seringkali ada segelintir orang yang memanfaatkan situasi dengan duduk-duduk santai. Mereka bukan petugas pemakaman resmi dari Pemkot Solo.

Komisi III sudah berulang kali meminta juru kunci agar selalu masuk kantor di tempat pemakaman umum (TPU). Selain itu juru kunci harus selalu mudah dihubungi melalui telepon seluler maupun WhatsApp. Dengan begitu diharapkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemakaman bisa dengan mudah mengakses mereka.

Tak Dipungut Biaya

Komisi III juga menilai perlunya petugas pemakaman memakai seragam khusus sebagai identitas. Di sisi lain, Sukasno menilai masyarakat tidak perlu meminta lokasi pemakaman. Sebab hal itu bisa menjadi celah bagi praktik pungutan liar.

Baca Juga: Soal Dugaan Pungli Pemakaman Pasien Corona Asal Kedunglumbu Solo, Ini Tanggapan Disperum KPP

“Kalau masih ada oknum tunggon yang beroperasi di pemakaman, berarti juru kunci tidak melaksanakan perda tentang pemakaman, terutama Pasal 31″ ujar dia.

Politikus PDIP Solo itu juga menekankan pentingnya sosialisasi tentang informasi tidak dipungutnya biaya pemakaman bagi jenazah yang meninggal dunia karena Covid-19. Bila ditemukan adanya pungutan dengan dalih apa pun, masyarakat harus berani menolak. Termasuk bila oknum tersebut menggunakan modus pemasangan kijing.

“Itu tidak boleh. Melanggar pasal 27 perda,” terang dia.

Sukasno menegaskan setiap pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan Covid-19, masyarakat tidak dipungut biaya sepeser pun. Sebab anggaran pemakaman itu sudah di APBD Solo. Tapi bila pemakaman jenazah nonprotokol kesehatan maka sesuai perda pajak dan retribusi dikenai biaya Rp150.000.

Sukasno menambahkan kalau sampai ada pungutan selain yang di atur oleh Perda Pajak dan Restribusi, maka bisa dikenakan pidana sesuai dengan Pasal 34, dengan ancaman kurungan tiga bulan atau denda Rp50 juta.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jos! Vaksinasi Covid-19 di Desa Sidomulyo Boyolali Capai 75%

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, antusias dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal itu terbukti dengan capaian vaksinasi yang menembus angka 75%.

Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Nilai kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/9/2021) diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar.

Saingan Ketat CPNS Solo: SKD Tinggi, Diambil 3 Orang Per Formasi

Tes CPNS untuk pegawai Pemkot Solo kali ini memiliki daya saing yang sangat tinggi karena rata-rata peserta meraih nilai tinggi di atas passing grade.

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Ditarget 70 Persen hingga Akhir Tahun

Pemkab Klaten mematok capaian vaksinasi Covid-19 di daerah setempat mampu menembus angka minimal 70 persen hingga akhir tahun 2021.

Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, Puluhan Los Ludes

Kebakaran hebat terjadi di Pasar Janglot, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, pada Sabtu (25/9/2021) pukul 23.20 WIB.

Asale Sendang Bendo Jadi Asal Mula Desa Bendo di Boyolali

Sendang Bendo bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sementara disebut Sendang Bendo, karena di sekitar sendang itu berdiri pohon bendo yang umurnya sudah tua.

Gibran: Random Testing di Solo Lanjut, Klaster PTM Harus Diselidiki

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan random testing swab antigen di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bakal terus dilakukan.

Terjaring Razia, 29 Motor Knalpot Brong Dibawa ke Satlantas Karanganyar

Sebanyak 29 kendaraan berknalpot brong ditertibkan oleh Satlantas Polres Karanganyar saat Operasi Patuh Candi 2021

Buat Penyuka Pedas, Berani Coba Botok Mercon Mbah Wiro?

WM Bothok Mercon Mbah Wiro di timur Jembatan Gawan perbatasan Tanon-Sidoharjo, Sragen, cukup populer di kalangan pecinta kuliner pedas.

Bimsalabim! Lahan Tidur Di Jangglengan Sukoharjo Disulap Jadi Produktif

Pemerintah Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter mengoptimalkan lahan tidur di sekitar rawa-rawa untuk ditanami holtikultura.

Vaksinasi Tuntas Desa di Karanganyar, 1.000 Warga Jadi Sasaran Di Tuban

Desa Tuban, Gondangrejo menjadi salah satu desa yang mengawali vaksinasi tuntas desa kerjasama Pemkab Karanganyar dan TNI AD.

Masuk Musim Hujan, Dropping Air Bersih di Klaten Kok Jalan Terus?

Penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Klaten saat ini masih terus bergulir meski wilayah Kabupaten Bersinar mulai memasuki musim hujan.

Belum Ada Desa Ramah Anak di Karanganyar, Jatipuro Bakal Jadi yang Pertama

Belum ada desa ramah anak dan perempuan di Karanganyar. Namun, Desa Jatipurwo di Kecamatan Jatipuro berencana mendeklarasikan sebagai desa ramah anak dan perempuan dalam waktu dekat.

Emperan Rumah Warga Sragen Ini Ternyata Kuburan Massal 11 Terduga PKI, Ada yang Dikubur Hidup-Hidup!

Di lokasi itu 11 warga yang diperkirakan sebagai anggota PKI dieksekusi mati dengan cara diberondong tembakan.

Kembalikan Ekosistem, Ribuan Benih ikan Ditebar di Sejumlah Sungai di Karanganyar

BPBD Karanganyar bersama Jasa Tirta Solo menebar sedikitnya 3.000 benih ikan di sejumlah sungai di Karanganyar.