Hanyut Saat Memancing, Bocah 9 Tahun Asal Juwangi Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad korban hanyut di saluran irigasi Dukuh Plaosan, Desa Ngleses, Juwangi, Boyolali, Sabtu (23/5/2020). (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia seusai hanyut ke saluran irigasi di Dukuh Plaosan, Desa Ngleses, Juwangi. Bocah malang itu ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar 200 meter dari lokasi dia memancing.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, bocah itu bernama Yogi, 9, warga Plaosan, Ngleses, Juwangi, Boyolali. Ia dan dua temannya pergi memancing ikan di tepi saluran irigasi di dukuh setempat, Jumat (22/5/2020) siang. Korban lalu terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi itu.

Korban yang tak bisa berenang itu hanyut. Sedangkan, kedua temannya pun tak berani menolong korban lantaran sama-sama tak bisa berenang.

Kedua temannya itu lantas pulang memberitahukan kepada orang tua korban bahwa Yogi jatuh dan hanyut di saluran irigasi itu.

Kebakaran Gudang Kapas di Trucuk Klaten, Kerugian Capai Rp10 Juta

Sejumlah sukarelawan dari masyarakat Desa Ngleses lantas melakukan penyisiran korban. Mereka juga meminta pengelola kanal saluran irigasi untuk menutup aliran dari bendung Sidorejo.

"Pencarian korban dihentikan sementara karena situasi sudah mulai gelap," kata Humas Basarnas Pos Surakarta, Yohan Tri, kepada Solopos.com, Sabtu (23/5/2020).

Upaya pencarian bocah asal Juwangi yang hanyut itu dilanjutkan pada Sabtu pagi. Korban ditemukan Tim SAR Gabungan sekira pukul 08.45 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

"Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka. Pencarian dilakukan dengan susur sungai dan penyelaman," imbuh Yohan.

Hasil Uji Swab 14 Pedagang Sragen di Pasar Ketanggung Ngawi Negatif


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho