Hanya 469 Goweser Tour de Sragen Sejauh 100 Km Berhasil Finis, Sisanya?

Sebanyak 469 orang goweser dari total 670 orang peserta Tour de Sragen berhasil finis di New Kemukus Sragen pada Minggu (22/5/2022).

 Seorang goweser asal Banaran, Kalijambe, Sragen, Heru Santoso, beruntung mendapatkan hadiah door prize motor Yamaha Gaer 125 saat diundi di New Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, Minggu (22/5/2022) siang. (Istimewa/Dispora Sragen)

SOLOPOS.COM - Seorang goweser asal Banaran, Kalijambe, Sragen, Heru Santoso, beruntung mendapatkan hadiah door prize motor Yamaha Gaer 125 saat diundi di New Kemukus, Pendem, Sumberlawang, Sragen, Minggu (22/5/2022) siang. (Istimewa/Dispora Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 469 orang goweser dari total 670 orang peserta Tour de Sragen berhasil finis di New Kemukus Sragen pada Minggu (22/5/2022).

Sisanya, sebanyak 201 orang goweser Tour de Sragen tumbang saat menempuh perjalanan 100 kilometer (Km) dari Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen dan finis di New Kemukus.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, bersama Wakapolres Sragen, Kompol Iskandar, berada di antara 469 orang goweser yang dapat mencapai finis Tour de Sragen.

Semula Kapolres berangkat bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kebumen, Fajar Sukristyawan.

“Alhamdulillah berhasil sampai New Kemukus. Pak Kajari ikut setengah jalan karena ada kegiatan di Solo. Sebelumnya latihan ringan-ringan saja,” ujar Kapolres kepada Solopos.com, Minggu malam.

Baca Juga : Unik! Lomba Masak di Sragen, Ada Soto Jotaren hingga Mbah Gajah Gondang

Piter terkesan dengan rute Tour de Sragen. Menurutnya jalur Tour de Sragen mantap, yakni kombinasi jalur datar dengan tanjakan tipis rolling.

Kemudian, pemandangan alam sepanjang perjalanan, ujar dia, indah menyejukkan mata, seperti persawahan, hutan karet, dan seterusnya. Dia menyebut jalur tersebut seru karena melewati objek-objek wisata di Sragen.

“Agenda ini diharapkan jadi agenda tahunan sebab animo masyarakat goweser tinggi. Ke depan, goweser yang bisa sampai finis diberi kalung medali finisher,” usulnya.

Jalur Menantang

Kabid Pemuda Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sragen, Teguh Yulianto, mengungkapkan dari 670-an peserta yang berhasil sampai finis di New Kemukus sebanyak 70 persen sedangkan siswanya tidak kuat dan berhenti di tengah perjalanan.

Baca Juga : Ini 12 Band Lokal yang Akan Tampil saat Konser Hari Jadi di Sragen

Teguh mengungkapkan para goweser yang berhasil tiba di New Kemukus disambut panggung hiburan dan makan siang bersama sembari mengikuti undian berhadiah.

Seorang goweser asal Kranggan, Desa Banaran, Kalijambe, Sragen, Heru Santoso, beruntung mendapat undian motor Yamaha Gear 125. Undian motor matic berikutnya diraih goweser asal Sumberejo, Waru, Kebakkramat, Karanganyar atas nama Tri Mulyono.

“Hadiah itu diserahkan Pak Sekda [Sekretaris Daerah Tatag Prabawanto]. Goweser lainnya ada yang mendapat hadiah lemari es satu pintu, speaker aktive PMA, blender, dan kompor gas,” tutur dia.

Kegiatan Tour de Sragen merupakan rangkaian acara merayakan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Sragen. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memberangkatkan rombongan dari Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen pada Minggu pagi.

Baca Juga : Ini Daftar Kegiatan Seru yang akan Digelar di Hari Jadi Sragen

Ketua Pelaksana Hari Jadi Sragen, Tugiyono, menerangkan pelaksanaan Tour de Sragen lancar mulai dari start sampai finis.

Dia menyebut peserta terjauh dari Bogor, Ciamis, Bandung, Jakarta, Kebumen, dan lain-lain. “Hari ini luar biasa. Pak Kapolres Sragen dan Wakapolres serta anggota ikut memeriahkan gowes 100 kilometer ini. Tamu-tamu luar kota memberi acungan jempol untuk Sragen. Peserta dari Bogor senang sekali dengan jalurnya menantang,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Cerita Bocah Pemulung Cilik Solo: Cari Rongsokan Sejak Usia 3 Tahun

Bocah pemulung cilik di Solo menceritakan kisahnya ikut mencari rongsokan sejak berusia tiga tahun.

Geronjal! Jalan di Palang Sepur Dagen Berbatu & Sempit

Kondisi palang sepur di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi keluhan warga.

Bupati Karanganyar: Palang Sepur Dagen Sering Macet, Dibaikan PT KAI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, curhat keluhannya tentang palang sepur Dagen selama tujuh tahun terakhir diabaikan PT KAI.

Ribuan Honda CB Nangkring di Terminal Tirtonadi Solo, Ngapain Ya?

Ribuan sepeda motor Honda CB memenuhi di kawasan Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu (26/6/2022).

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.

Kronologi Bus Tabrak Warung di Tawangmangu: Rem Blong dari Magetan

Kronologi kecelakaan bus tabrak warung di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (25/6/2022) terjadi akibat rem blong sejak dari Magetan, Jawa Timur.

Gaji ke-13 Segera Cair Lur, DPRD dan PPPK Karanganyar Juga Dapat

Komponen gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, tunjangan beras, dan tunjangan PPh, tanpa potongan.

Kecelakaan di Sukoharjo Tinggi, Sopir Ambulans Dibekali PPGD, Apa Itu?

Ketua umum Forum Ambulans Sukoharjo Bersatu (FAST), Wirawan Setiadi, mengatakan perlunya pengemudi ambulans mengetahui penanganan korban lakalantas dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Begini Kronologi Pegowes Asal Solo Meninggal di Karangpandan

Korban meninggal dunia diduga mengalami serangan jantung.

Nenek Hilang Diduga Hanyut di Sungai Mungkung Sragen, Ini Ciri-Cirinya

Ini ciri-ciri nenek-nenek yang hilang diduga hanyut di Sungai Mungkung Sragen.

Diduga Terjatuh di Sungai, Nenek Berusia 95 Tahun Asal Sragen Hilang

Nenek-nenek diduga terjatuh ke Sungai Mungkung.

Pegowes Asal Kepatihan Kulon Solo Meninggal di Karangpandan Karanganyar

Korban diduga meninggal dunia karena kelelahan saat gowes bersama rombongan.

Ketika Ganjar Pranowo Menari Gatotkaca Massal di Area CFD Solo

Kedatangan Ganjar menjadi magnet bagi para pengunjung CFD Solo.

Kabar Gembira! CFD Boyolali Bakal Dibuka Juli 2022

CFD Boyolali rencananya dibuka kembali pada Juli 2022.