Hanura: Ijtima Ulama Kongkow-Kongkow Dukung Prabowo
Prabowo Subianto dan Yusuf Martak dari GNPF seusai penandatanganan pakta integritas. (Twitter @fadlizon)

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR Inas Nasrullah Zubir mengatakan Ijtima Ulama II tidak boleh mengatasnamakan ulama dan umat Islam seluruh Indonesia. Dia menilai, ijtima ulama tersebut hanyalah bagian dari strategi pemenangan kubu Prabowo Subianto untuk mencuri perhatian umat Islam Indonesia menjelang Pilpres 2019.

“Oleh karena itu, sekian puluh ulama yang hadir dalam ijtima tersebut tentunya juga bukan mewakili jutaan ulama yang ada di Indonesia dan mereka tidak boleh mengatas namakan ulama seluruh Indonesia, karena institusi ulama yang diakui oleh umat Islam dan ulama Indonesia adalah Majelis Ulama Indonesia [MUI],” katanya.

Bahkan Inas menyebut ijtima itu sebagai ajang kongkow-kongkow ulama dan tokoh nasional jilid 2 yang juga menjadi pertunjukan dagelan yang menggelikan. "Kewibawaan ijtima ulama jilid 1 tidak diindahkan, karena usulan cawapres mereka yakni Salim Asegaf dan UAS [Ustaz Abdul Somad] tidak diakomodir," katanya.

Politikus Hanura itu juga mengingatkan bahwa masyarakat untuk tidak terkecoh dengan istilah ijtima ulama yang baru saja memutuskan dan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurutnya, istilah "ijtima ulama" sama sekali tidak ada kaitannya dengan fikih dalam ajaran Islam. Ijtima, kata dia, dalam bahasa Arab dapat diartikan sebagai kumpul-kumpul atau bahasa gaulnya kongkow-kongkow.

“Jadi ijtima ulama dan tokoh nasional artinya kongkow-kongkow ulama dan tokoh nasional,” katanya kepada wartawan, Senin (17/9/2018).

Apalagi, menurutnya, kongkow-kongkow tersebut hanya dihadiri sekian puluh ulama dan beberapa gelintir tokoh nasional yang tidak semuanya muslim.

Ijtimak Ulama II dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) atau alumni 212 secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu ditandai penandatanganan pakta integritas oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

Prabowo tiba sekitar pukul 13.00 WIB saat sidang pleno Ijtimak Ulama II masih berlangsung, Minggu (16/9/2018) siang. Dia menandatangani pakta integritas tersebut sekitar pukul 14.30 WIB.

Rizieq Shihab melalui pesan yang diputar dalam sidang tersebut, menyampaikan ada tiga agenda utama dalam Forum Ijtimak Ulama II itu. Pertama, mendengarkan secara langsung alasan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden, bukan cawapres rekomendasi Ijtimak Ulama I, Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al Jufri. Hal ini untuk menghindari saling curiga dan perpecahan di tubuh ulama dan Koalisi Keumatan.

Kedua, penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon sebagai bentuk perjanjian yang kuat dan mengikat keduanya. Ketiga, untuk menyusun langkah pemenangan bagi Prabowo-Sandiaga Uno.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom