Hantu Pribumi & Hantu Belanda Kata Anak Indigo Beda Kasta
Dua gadis indigo Tasha Siahaan dan Frislly Herlind saat berkunjungi ke rumah akar di kawasan Kota Lama Semarang (Instagram—tashasiahaan)

Solopos.com, SEMARANG — Kota Lama Semarang menarik perhatian youtuber spesialis konten horor, Billy Christian. Kawasan yang masih kental dengan nuansa Belanda itu, menurut dua anak indigo, Frislly dan Tasha, yang diajak Billy ternyata mempunyai makhluk yang merasa kastanya lebih tinggi daripada hantu pribumi.

Penelusuran Billy di Kota lama itu terekam dalam vlog berjudul Marsya Ngumpet di Mobil, Frislly Jalan Jalan di Kota Lama: IndigoTalk Travel. Youtuber sekaligus sutradara itu mengajak dua anak indigo Frislly Herlind dan Tasha Siahaan.

Indigo bisa diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan spesial. Artinya, mereka berbeda dengan orang lain, bahkan terkadang memiliki keunggulan di bidang supranatural.

Dalam video yang diunggah pada 10 Desember 2019 silam, terlihat Billy dan kru menjelajahi area Kota Lama. Mereka menuju ke kawasan gedung tua dengan akar pohon yang melilit.

“Frislly, kalau seandainya gedung yang tua ini dibersihkan, makhluk-makhluk itu gimana ya?” tanyanya kepada Frislly seperti yang terpantau Semarangpos.com, Sabtu (7/3/2020).

Jin Galak

Frislly lantas menjelaskan jika jin-jin tersebut memiliki energi positif, dia akan membuat masalah. Karena si makhluk merasa sudah senior. Kehadirannya sudah ada lebih dulu sebelum bangunan-bangunan itu didirikan.

Ratusan Perempuan Kudus Siap Menjanda

“Kecuali kalau jin itu terbentuk setelah ada kejadian di bangunan itu. Apalagi kalau bangunannya diubah, mereka akan menjadi galak,” ungkapnya.

Ternyata Billy masih belum puas dengan pernyataan Frislly. Ia pun penasaran apa jadinya jika makhluk tersebut baru menempati suatu bangunan yang sudah ada terlebih dahulu, namun bangunan tersebut diubah bentuknya.

 

Si anak Indigo langsung menjawab jika jin-jin tersebut akan terus berenergi negatif. “Akan terus ada gangguan, Kak. Walaupun bangunan itu sudah diubah,” jelasnya ke Billy.

Jumlah Pemohon Dispensasi Nikah di Kudus Melonjak

Sutradara film The Sacred Riana: Beginning itu lantas ingin tahu tentang bagaimana cara supaya si makhluk-makhluk itu tidak mengganggu.  “Untuk aku dan Kak Tasha yang bisa berkomunikasi, kita bisa tanya ke mereka apa maunya. Tetap harus ada negosasi dengan mereka,” papar Frislly menjelaskan.

Gadis indigo yang lain alias Tasha Siahaan ternyata juga pernah melakukan negosiasi dengan “mereka”. Dulu ia berkomunikasi dengan mereka saat ia dan teman-teman diganggu di rumah kontrakan.

“Dia harus ditanya kenapa ganggu terus. Ternyata dia enggak suka berisik gitu, Kak. Terus kita akhirnya negosiasi dengan si makhluk itu,” ceritanya.

Kuliner Andalan Salatiga Getuk Kethek Aslinya Getuk Satu Rasa

Mereka pun melanjutkan perjalanan di sekitar rumah akar itu. Gedung itu dulunya milik perusahaan koran berbahasa Belanda tertua di Semarang.

Seperti yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai sumber, pada masa perebutan Irian Barat, koran tersebut diambil alih grup Tempo. Tak hanya itu, bangunan tersebut juga pernah dimanfaatkan menjadi markas koran Suluh Marhaen.

Mangkrak Lama

Sayang sekali hal itu tidak berlangsung cukup lama. Akibatnya, mangkraklah gedung tersebut. Suasana yang suram langsung terasa saat akar-akar pohon mulai melilit gedung tua itu.

Mahasiswa dan Buruh Temanggung Demo Tolak RUU Omnibus Law

“Biasanya kalau udah wilayah Belanda, hantu-hantu pribumi kayak kuntilanak enggak bisa masuk, Kak,” ungkapnya saat ditanyai Billy adakah setan pribumi di sekitar rumah akar itu.

Tasha juga menambahkan jika mereka mempunyai derajat yang berbeda. Si hantu Belanda lebih tinggi dengan makhluk pribumi.

Walaupun “mereka” sudah menjadi hantu, kesan sombong masih melekat di diri makhluk-makhluk itu. “Jadi kesannya kayak kelompok-kelompok gitu, Kak,” celetuk Frislly. (Dhina Cantya/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho