Hantu KKN Rumah Kosong Klaten Ternyata Mbah-Mbah

Wujud hantu dalam kisah KKN di Rumah Kosong Klaten adalah mbah-mbah.

 Cerita KKN di Rumah Kosong Klaten yang sempat viral di Twitter. (Istimewa/@wakhidnurrokim)

SOLOPOS.COM - Cerita KKN di Rumah Kosong Klaten yang sempat viral di Twitter. (Istimewa/@wakhidnurrokim)

Solopos.com, KLATEN — Kisah misteri KKN Rumah Kosong Klaten kembali viral di media sosial. Wujud hantu dalam kisah nyata yang dialami mahasiswa Jogja ini adalah mbah-mbah yang sering usil.

Kisah misteri tersebut diceritakan oleh pemilik akun Twitter @Wakhidnurrokim pada 12 Oktober 2021. Cerita itu ditulis berdasarkan pengalaman nyata temannya yang disamarkan namanya menjadi Sembul.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

KKN tersebut dilakukan pada 2019 lalu. Kala itu, Sembul dan teman-temannya menempati rumah yang ternyata sudah kosong selama 20 tahun. Berbagai kejadian mistis terjadi selama mereka menginap di sana.

Mulai dari bisikan-bisikan gaib, lampu mati, serta penampakan mbah-mbah yang duduk di teras sendirian. Rupanya, mbah-mbah itu adalah sosok penunggu rumah kosong yang ditinggali peserta KKN di Klaten itu.

Padahal kondisi rumah tersebut masih bagus. “Untuk gambaran singkat rumahnya kurang lebih seperti ini, kondisi rumahnya masih tergolong bagus, terdapat 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur serta aula. Nah akan tetapi anehnya 2 kamar tidur itu tidak boleh ditempati maupun dimasuki,” jelas @Wakhidnurrokhim dalam kicauannya sebagaimana dikutip Solopos.com, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Ini Kisah Lengkap KKN Rumah Kosong Klaten, Serem Lur!

Berbagai gangguan yang dialami peserta KKN di rumah kosong Klaten itu terjadi akibat mereka mengusik mbah-mbah sang penunggu. Ada banyak pantangan yang mereka langgar, sehingga membuat sang penunggu marah. Sayangnya tidak disebutkan di mana lokasi pasti KKN tersebut.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Nama 8 Siswa di Sragen Tiba-Tiba Menghilang, Sekolah Lapor ke Provinsi

Nama delapan calon siswa SMAN 1 Gondang Sragen mendadak hilang dari daftar PPDB 2022 sekolah tersebut. Diduga ada orang yang membatalkan pendaftaran delapan siswa tersebut.

Tragis! Anak Semata Wayang Korban Pantai Drini Sebentar Lagi Menikah

Putra semata wayang wisatawan asal Grogol, Sukoharjo, yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, berencana menikah akhir bulan ini.

Ssstt...Bakal Ada Universitas Baru Lagi di Karanganyar Lur

Kabupaten Karanganyar akan kedatangan universitas baru. Pemkab tengah menyiapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan gedung universitas negeri tersebut.

Boyolali jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Ada 2 Event Internasional Di Solo, 796 Personel Keamanan Dikerahkan

Polresta Solo siap menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan dua event internasional yakni pertemuan G20 dan ASEAN Paragames, Juli ini.

Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

Jadi Daerah Wabah PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memutuskan untuk memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan. Menyusul adanya penetapan Boyolali sebagai Daerah Wabah PMK.

Gibran Soal Pelecehan Seksual Personel JKT 48: Protesnya Ke Saya Semua!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat protes dari banyak pihak soal kasus pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo.

Pemkab Karanganyar Bagi-Bagi 20 Domba Kurban, Siapa yang Dapat?

Pemkab Karanganyar kembali akan membagi-bagi hewan kurban ke sejumlah daerah dan lembaga. Hewan kurban yang dibagi-bagi berupa domba.

Warga Grogol Terseret Ombak Pantai Drini, Ternyata Kakak Beradik

Dua wisatawan asal Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang terseret ombak di Pantai Drini merupakan kakak beradik.

Kisah Misteri Suara Kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu

Kisah misteri kali ini tentang penampakan kijang di Gupak Menjangan Gunung Lawu.

Waspada! Boyolali Ditetapkan jadi Daerah Wabah PMK

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hasil tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Wabah PMK (foot and mouth disease).

PPDB SMA/SMK Jateng Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Hasil Sementara

Hasil seleksi PPDB SMA/SMK negeri di Jateng tahun ajaran 2022/2023 akan diumumkan pada Senin (4/7/2022) paling lambat pukul 23.55 WIB.

Selamat! SSB New Tugu Muda Semarang Jawara Kapolres Sukoharjo Cup 3

Sekolah Sepak Bola (SSB) New Tugu Muda Semarang  menyabet Juara 1 dalam turnamen sepak bola Kapolres Sukoharjo Cup 3, yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Misinformasi, Gibran Sebut Bupati Karanganyar Tak Setuju BST

Disebut tak izinkan Batik Solo Trans (BST) masuk karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menduga Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menerima informasi yang salah.