Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menjawab pertanyaan wartawan saat melakukan kunjungan di Ponorogo, Senin (18/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) setelah Imam Nahrawi mundur. Pengamat politik pun menilai penunjukan Hanif merupakan upaya menyenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bahwa penunjukan Hanif Dhakiri untuk menjalankan tugas-tugas di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga berakhirnya masa bakti Kabinet Kerja pada pertengahan Oktober mendatang.

“Presiden Jokowi memutuskan mengangkat Saudara Hanif Dhakiri sebagai Plt. Menpora,” ujarnya di Istana Bogor, Jumat (21/9/2019).

KPK Duga Duit Suap Imam Nahrawi Mengalir ke Orang Lain

Imam Nahrawi Tersangka, Roy Suryo Sebut Kasusnya Mirip Andi Mallarangeng

Jadi Tersangka KPK, Menpora Imam Nahrawi Mengundurkan Diri

Presiden Jokowi, kata Pratikno sudah menerima surat pengunduran diri dari Imam Nahrawi dari jabatan Menpora. Dengan penunjukan Hanif itu, kata Mensesneg dalam 21 bulan terakhir, Hanif memegang dua kementerian sekaligus, yakni Kementerian Ketenagakerjaan dan Kemenpora.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai penunjukan Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora merupakan langkah Presiden Jokowi untuk menyenangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Menurut saya mungkin Presiden ingin menyenangkan PKB supaya jabatan ini tidak ke mana-mana," ujar Hendri saat dihubungi Antara, Jumat.

Hendri menilai keputusan Presiden untuk memberikan posisi rangkap jabatan kepada Hanif merupakan langkah yang kurang tepat. Menurut dia, jika memang Jokowi menginginkan adanya posisi rangkap jabatan menteri, maka seharusnya yang menjadi Plt Menpora adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hal itu lantaran Kemenko PMK yang dipimpin Puan membawahi delapan kementerian, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Jadi harusnya sama Menko PMK, karena secara organisasi lebih tepat," ucap Hendri.

Namun demikian hal tersebut tidak bisa diperdebatkan lantaran Jokowi telah mengambil keputusan menunjuk Sekjen PKB tersebut sebagai Plt Menpora. Hendri menambahkan, ke depan kinerja Hanif dalam memimpin dua kementerian diprediksi tidak akan terlalu berat, mengingat masa jabatan menteri akan berakhir pada Oktober 2019.

"Kan hanya tinggal sebulan lagi, saya rasa sih tidak akan terlalu banyak mengganggu pekerjaan dan mengganggu prestasi kabinet kerja," ucap dia.

Seperti Imam Nahrawi, Hanif Dhakiri merupakan salah satu politikus PKB yang menjadi menteri di Kabinet Jokowi-JK.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten