Hampir Setahun, Positif Covid-19 Karanganyar Capai 5.946 Kasus
Ilustrasi Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar selama hampir satu tahun tercatat 5.946 kasus hingga Minggu (28/2/2021).

Dari jumlah itu, sebanyak 5.392 kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19. Selain itu, sebanyak 270 kasus meninggal dunia. Sisanya, sebanyak 284 kasus masih menjalani perawatan. Dari 284 kasus itu dijabarkan lagi sebanyak 178 kasus menjalani isolasi mandiri dan 106 kasus menjalani perawatan di rumah sakit.

Catatan kematian juga muncul dari orang yang berstatus suspek dan probabel. Selama hampir satu tahun ini, sebanyak 326 kasus meninggal berstatus suspek. Orang berstatus probabel dan meninggal tercatat 85 kasus.

Baca juga: Polres Karanganyar Kerahkan Water Cannon Semprot Disinfektan di Jl. Lawu

Apabila seluruh kasus kematian tersebut dijumlahkan maka ketemu angka 681 kasus kematian di Kabupaten Karanganyar selama pandemi Covid-19.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar memaparkan data tersebut saat rapat koordinasi di Ruang Podang I kompleks Kantor Bupati Karanganyar pada Senin (1/3/2021).

Rapat tersebut membahas pelaksanaan Instruksi Bupati Karanganyar No.180/7/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Cukup banyak kasus hingga 28 Februari 2021. Angka kesembuhan 90,6%. Angka kematian 4,5%. Itu yang terjadi di Kabupaten Karanganyar," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, saat memberikan sambutan.

Gejala Penyakit Tertentu

Purwati menjabarkan kembali data lain dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama hampir satu tahun ini di Kabupaten Karanganyar. Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 banyak dialami perempuan dengan persentase 55%. Sisanya 45% dialami laki-laki.

Perempuan berkerudung itu juga menjelaskan kasus kematian banyak dialami orang dengan gejala penyakit tertentu atau sering disebut komorbid. Sejumlah penyakit penyerta yang harus diwaspadai adalah diabetes melitus (DM), gagal ginjal, jantung, dan hipertensi.

"Kami juga sajikan data kelompok umur yang paling banyak terkena Covid-19. Itu usia 20 tahun sampai 40 tahun dengan persentase 37,61%. Urutan kedua itu usia 41 tahun hingga 60 tahun sebanyak 37,08%," ungkap dia.

Baca juga: Tak Terima Ayah di-Covid-kan, Warga Tasikmadu Laporkan RSUD Karanganyar ke Polisi

Berkaitan dengan PPKM Mikro jilid dua, Purwati menjelaskan perihal zonasi tingkat desa. Dia menyebut satu desa di Kabupaten Karanganyar termasuk kategori zona merah. Dasarnya adalah 12 indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Satu desa termasuk zona merah itu Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih. Zona oranye ada 40 desa. Zona Kuning ada 55 desa. Nah yang zona hijau itu ada 79 desa," tutur dia.

Klaster Keluarga

Purwati juga menyebut tentang temuan klaster keluarga di sepuluh kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yakni Kecamatan Mojogedang; Kecamatan Kebakkramat; Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo; Kecamatan Jaten; Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih; Desa Malangjiwan dan Gedongan, Kecamatan Colomadu; Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar; Desa Buran dan Suruh, Kecamatan Tasikmadu; Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo; dan Desa Salam, Kecamatan Karangpandan.

Dia menuturkan terdapat 15 kasus yang termasuk klaster keluarga.

"Klaster keluarga ini ada 15 kasus terbaru. Mohon kerja sama [dari seluruh OPD]. Karena klaster kontak erat cukup banyak dan harus menjalani isolasi mandiri [isoman]. Banyak keluhan masuk ke kami rata-rata orang yang isoman ini butuh makan saat isoman," ujar dia.

Baca juga: Gegeran dengan Massa Perguruan Silat, Motor Tukang Parkir di Karanganyar Ringsek

Purwati berharap program Jogo Tonggo dan Posko Desa dapat diaktifkan secara maksimal. Dua program itu mengemban misi menekan persebaran Covid-19. Salah satu caranya adalah memastikan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melaksanakan isolasi mandiri dengan tertib.

"Jadi yang isoman betul-betul isoman. Orang tanpa gejala ini kan tidak kerasa apa-apa. Kalau dia kemana-mana bisa menyebarkan ke yang lain. Mohon bantuan satgas desa/kecamatan betul-betul memantau warga yang isoman. Dukungan dari lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom