Hampir 100 Tahun, Mahathir Mohamad Politikus Tertua dengan Harta Menggurita

Mahathir Mohamad, berusia 97 tahun akhirnya pensiun dari dunia politik dan disebut sebagai salah satu (mantan) kepala pemerintahan terkaya di dunia, dengan harta menggurita.

 Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tengah) memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). (Antara/Galih Pradipta)

SOLOPOS.COM - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tengah) memberikan kuliah umum pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). (Antara/Galih Pradipta)

Solopos.com, KUALA LUMPUR — Mahathir Mohamad yang kini berusia 97 tahun akhirnya pensiun dari dunia politik setelah terjungkal dalam pemilihan umum (pemilu) parlemen di Malaysia, Sabtu (19/11/2022) lalu. Ia adalah calon legislatif (caleg) tertua dan sempat berulang kali menyatakan mundur sebagai politikus.

Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dari 1981 sampai 2003 dan kembali terpilih untuk kedua kalinya dari 2018 hingga 2020, menggantikan Najib Razak sekaligus mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional selama 60 tahun terakhir di Malaysia.

Pada pemilu sebelumnya, Mahathir berhasil memenangkan kursi di Langkawi di Partai Keadilan Rakyat (PKR), seperti dilansir dari CNA, pada Senin (21/11/2022). Mahathir berhasil mengalahkan kandidat dari Barisan Nasional (BN), Datuk Nawawi Ahmad serta Zubir Ahmad dari PAS dengan mayoritas 8.893 suara. 

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Angka Kelahiran Turun, Menakar Potensi Resesi Seks Hinggapi Indonesia

Apakah Indonesia menyusul banyak negara dunia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang mengalami resesi seks sehingga angka kelahiran terus turun?

+ PLUS Serabi Notosuman: dari Apem Jadi Kuliner Khas Solo

Asal-usul serabi notosuman yang menjadi salah satu olahan kuliner khas Solo ternyata berawal dari resep apem.

+ PLUS Antara Pesta dan Siasat di Rumah Dinas Bergaya Jawa-Eropa-India, Loji Gandrung

Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung bakal menjadi lokasi prosesi adat ngunduh mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, yang jejaknya rumah bergaya Jawa-Eropa-India itu pernah dijadikan rumah pesta dan rumah siasat.

+ PLUS Makna Ngunduh Mantu Kaesang & Erina, Prosesi Sakral Pernikahan Adat Jawa

Ngunduh mantu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono digelar mengikuti tata cara adat yang sakral dan penuh makna.

+ PLUS Makan Belalang Goreng di Gunungkidul Tradisi Luhur Warisan Nenek Moyang

Tradisi menyantap belalang goreng ternyata merupakan kearifan lokal warga Gunungkidul yang diwariskan dari nenek moyang.

+ PLUS Urutan Upacara Perkawinan Adat Yogyakarta, Penuh Makna Simbolis

Dalam penyelenggaraan upacara perkawinan adat Yogyakarta ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

+ PLUS Belalang Setan atau Belalang Bulus Racuni Warga Gunungkidul, Jadi Wabah di 2018

Warga Paliyan, Gunungkidul meninggal dunia akibat mengonsumsi belalang beracun jenis belalang bulus atau setan, yang pernah mewabah di daerah itu pada 2018.

+ PLUS Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.

+ PLUS Larangan Mengenakan Batik Motif Parang

Tamu acara tasyakuran pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran dilarang mengenakan pakaian bermotif parang lereng, motif yang konon hanya boleh digunakan keluarga kerajaan.

+ PLUS Legenda 2 Naga Raksasa di Balik Asal-Usul Telaga Sarangan

Ada kisah legenda dua naga raksasa di balik asal-usul Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur.

+ PLUS Para Pahlawan Berhidung Tajam di Tanah Bencana

Anjing pelacak dari Polri ikut ambil bagian sebagai pahlawan berhidung tajam dalam proses pencarian jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

+ PLUS Harta Karun Pasir Besi Lumajang dari Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru menyisakan harta karun berupa pasir besi yang melimpah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

+ PLUS Nasi Rames, Sega Khas Jawa Sing Ora Mesti

Nasi rames adalah makanan khas Jawa Tengah yang kemungkinan sudah muncul sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

+ PLUS Alasan Upah Minimum Dinilai Kecil buat Tenaga Kerja di Indonesia

Upah minimum selalu menjadi perdebatan menjelang akhir tahun, karena menyangkut hajat hidup para pekerja.

+ PLUS Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818 Sampai Sekarang

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang tercatat mengalami erupsi kali pertama pada 1818.

+ PLUS Enam Sesar Aktif di Jawa Barat Simpan Potensi Gempa Bumi Magnitudo Besar

Jawa Barat memiliki enam sesar aktif yang berpotensi menyebabkan gempa bumi berkekuatan besar, salah satunya yang baru terjadi di Garut, Sabtu (3/12/2022).

+ PLUS Berhulu di Gunung Gajah Mungkur Wonogiri, Kali Oyo Surga Artefak Purba

Kali Oyo atau Oya berhulu di lereng barat Perbukitan Gunung Gajah Mungkur - Kukusan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, yang termasuk sungai purba dan mengandung artefak arkeologis yang kaya. 

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.