Ilustrasi Beasiswa (pelajarindonesia.org)

Solopos.com, WONOGIRI -- Animo mahasiswa asal Wonogiri untuk mendapatkan beasiswa prestasi dari Pemkab setempat cukup tinggi. Hampir 1.000 mahasiswa sudah mendaftar untuk mendapat beasiswa senilai Rp12 juta setahun itu.

Namun, dari jumlah itu tak sedikit yang tak memenuhi syarat. Informasi yang dihimpun Solopos.com di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Senin (18/11/2019), selama pendaftaran 29 Oktober-12 November, mahasiswa yang mendaftar tercatat 993 orang.

Mayoritas pendaftar merupakan mahasiswa S1 umum, yakni mencapai 936 orang. Selebihnya mahasiswa S1 keagamaan sebanyak 40 orang dan S2 sebanyak 17 orang.

Sebanyak 807 orang dari mereka mengunggah berkas yang disyaratkan. Dari angka itu terdapat 554 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Namun, data itu masih sementara lantaran proses verifikasi masih berlangsung.

Tampil di Hitam Putih Trans 7, Utari Si Bakul Cilok Ngaku Kantongi Rp1 Juta/Hari

Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, mengatakan panitia masih terus memverifikasi berkas. Verifikasi ditarget rampung pada Senin malam. Setelah rampung hasil verifikasi akan langsung diumumkan melalui website www.mapres.wonogirikab.go.id.

Pengumuman bisa dilihat Selasa (19/11/2019) ini. “Bagi mahasiswa yang lolos administrasi harus mengikuti CAT [computer assisted test atau ujian tertulis berbasis komputer] dan wawancara pada Jumat, 22 Oktober mendatang. CAT akan digelar pihak ketiga [PT Lima Jaya Solo]. Semua proses, dari pendaftaran sampai akhir, di-handle pihak ketiga itu. Kami hanya menerima berkas dari pendaftar,” kata Sriyanto didampingi Kasi Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI), Nardi.

Dia melanjutkan beasiswa tahun ini untuk 461 orang. Kuota dibagi dua, yakni beasiswa untuk 144 mahasiswa penerima beasiswa program 2018 yang memenuhi syarat (program pemberian beasiswa berlanjut) dan 317 mahasiswa penerima baru.

Paundra Minta Restu Keluarga Maju Pilkada Solo 2020

Kuota bagai mahasiswa penerima baru dibagi tiga klaster, yakni 80 persen untuk mahasiswa S1 umum, 15 persen mahasiswa S1 keagamaan, dan 5 persen mahasiswa S2.

“Program tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa yang menerima beasiswa pada 2018 bisa terus menerima hingga lulus kuliah selama memenuhi syarat. Syaratnya IPK [indeks prestasi kumulatif] minimal 3. Kalau sampai kurang dari 3 pemberian beasiswa kami hentikan. Jadi, tiap semester kami cek IPK seluruh penerima beasiswa,” imbuh Sriyanto.

Anggaran program tahun ini tercatat Rp5,532 miliar. Anggaran itu jauh lebih besar daripada program 2018. Saat itu anggaran tercatat Rp1,994 miliar untuk 162 mahasiswa. Dari total penerima beasiswa tersebut terdapat 17 mahasiswa yang tak memenuhi syarat untuk menerima beasiswa 2019 karena sudah lulus. Ada pula dari mereka yang indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya turun jadi kurang dari 3.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten