Halte Baru Bus BST Jl Slamet Riyadi Solo Bakal Jadi Percontohan Nasional, Apa Sih Keistimewaannya?
Batik Solo Trans (BST) melintas di halte bus Jl. Slamet Riyadi Solo saat uji coba oleh Dishubkominfo Solo, Kamis (1/9/2016). Uji coba tersebut untuk mengecek kesiapan jalur yang akan di lalui BST. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Belasan halte baru untuk bus Batik Solo Trans atau BST sepanjang jalur contra flow Jl Slamet Riyadi Solo bakal menjadi percontohan halte BRT buy the service seluruh Indonesia.

Hal itu sesuai arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membiayai pembangunan halte tersebut. Total ada 16 halte yang akan dibangun atau diperbaiki sepanjang Jl Slamet Riyadi sisi utara maupun selatan.

Pembangunan 26 halte tersebut menggunakan dana bantuan dari Kemenhub. Nilai anggarannya mencapai Rp9 miliar dengan tenggat waktu pembangunan akhir tahun ini.

2 Pegawai Dinas Pariwisata Solo Positif Covid-19, Total Tambah 12 Kasus Baru

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan konsep halte bus BST yang baru ini berbeda dari pengajuan Dishub sebelumnya. Halte pada jalur contra flow bakal tampak menyatu dengan bangunan sekitarnya dan lebih ramah lingkungan.

“Desain yang dulu atapnya berbentuk daun. Nah, yang disetujui dan bakal realisasi menyesuaikan arahan Kemenhub. Karena halte-halte itu nanti akan jadi percontohan untuk seluruh halte BRT [Bus Rapid Trans] buy the service di Indonesia,” katanya, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Bentuk atau model halte BST itu masih dalam pembahasan oleh Dishub dan Kementerian Perhubungan. Hari mengatakan konsep halte pada sisi selatan Jl Slamet Riyadi (jalur contra flow) bakal selaras dengan lingkungan sekitarnya.

Bawaslu Sukoharjo Turun Langsung Cek 100 Data Pemilih Pilkada, Karena Tidak Valid?

Sementara halte sisi utara hanya mengganti bagian atap. Karena bus yang beroperasi sebagian low deck, penumpang mesti naik dari jalur disabilitas.

Mematangkan Desain

“Nanti akan ada penambahan IT juga, itu yang bakal bikin haltenya beda dengan yang sekarang. Kami masih mematangkan desain. Kalau sudah selesai, langsung kami kebut tahun ini selesai,” ucap Hari.

Kepala UPT Transportasi Dishub Solo, Yulianto, mengatakan secara garis besar konsepnya adalah 13 halte baru bus BST sisi selatan Jl Slamet Riyadi dan perubahan (penyesuaian) 13 halte lama sisi utara.

Wah! “Spiderman” Ikut Polresta Solo Sebar Maklumat Kapolri Soal Protokol Kesehatan

Karena armada BST koridor 1-2 yang melintasi jalur contra flow Jl Slamet Riyadi adalah bus dek rendah, bentuk bangunan 13 halte sisi selatan bakal lebih rendah daripada desain halte saat ini.

“Nah, untuk 13 halte sisi selatan yang bentuknya masih untuk bus yang lebih tinggi akan kami sesuaikan dengan sedikit perubahan pada aksesibilitas naik turun penumpang. Kami masih terus koordinasi dengan pusat karena ada beberapa revisi dari konsep yang kami paparkan, Rabu [30/9/2020],” beber Yuli.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom