Hall di Pedaringan Solo Sempat Ditawarkan ke Investor Senilai Rp124,5 M

Gedung Solo Convention - Exhibition Hall berkapasitas sampai 15.000 orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, pernah ditawarkan lewat ajang Solo Investment Forum senilai Rp124,5 miliar.

 Gambar ilustrasi Solo Convention-Exhibition Hall yang akan dibangun oleh Pemkot Solo di kawasan Pedaringan, Jebres, Solo. (investasi.surakarta.go.id)

SOLOPOS.COM - Gambar ilustrasi Solo Convention-Exhibition Hall yang akan dibangun oleh Pemkot Solo di kawasan Pedaringan, Jebres, Solo. (investasi.surakarta.go.id)

Solopos.com, SOLO — Rencana pembangunan gedung pamer konvensi dan eksibisi atau Solo Convention-Exhibition Hall di kawasan Pedaringan, Jebres, Solo, yang sudah bergulir sejak 2015 kembali ditawarkan kepada investor pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Solopos.com, proyek strategis itu pernah dipamerkan dalam Solo Investment Forum (SIF) pada 2018 dan 2019. Saat itu pembangunan convention hall sempat dilirik sejumlah investor.

PromosiIsu Strategis Penentu Kelancaran Pemilu 2024

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pun diundang untuk menyampaikan paparan. Nilai investasi yang ditawarkan saat SIF Juli 2019 untuk convention hall mencapai Rp124,5 miliar.

Baca Juga: Hall Megah di Pedaringan Solo Butuh Rp84,8 M, Apa Saja Fasilitasnya?

Nilai investasi itu untuk luas lahan yang bisa dikelola mencapai 12.500 meter persegi ditambah area parkir hingga 15.000 meter persegi. Hall di kawasan Pedaringan, Solo, tersebut dilengkapi ruang pertemuan, area belanja, arena olahraga, kafe, food court, dan lainnya.

Direktur Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan, Chriswanto Tri Santoso, mengatakan nilai yang ditawarkan menyesuaikan tahun berjalan mengingat pembaruan rencana anggaran biaya (RAB). “RAB yang dulu dengan saat ini tentu berbeda,” katanya dihubungi Solopos.com, Selasa (18/1/2022) siang.

Baca Juga: Proyek Hall di Pedaringan Solo Ternyata Sudah Ditawarkan ke Investor

Ia memaparkan potensi investasi itu kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir tahun lalu. Gagasan tersebut sudah bergulir sejak era Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan terhenti karena Pandemi Covid-19.

Geliat Ekonomi

“Rancangan pemaparan pada investor itu tertunda karena Pandemi. Lalu, kami mencoba mencari investor lagi, karena lahan kami masih ada 5-6 hektare yang belum dimanfaatkan. Ternyata, Mas Wali menyambut baik dan mendukung tawaran investasi convention hall itu. Ini juga menjadi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan [RKAP] kami,” jelas Chriswanto.

Baca Juga: PAU Pedaringan Solo Jajaki Usaha Mini Market

Ia menyebut keberadaan convention hall di kawasan Pedaringan, Jebres, Solo, bakal mendukung geliat ekonomi di kawasan tersebut. Terlebih, SPBU dan Minimarket Pedaringan sudah lebih dulu beroperasi dan terbukti menarik banyak konsumen.

Seluruhnya merupakan upaya pengembangan pemanfaatan aset milik daerah, karena sayap usaha PAU Pedaringan adalah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. “Usaha kami terus mengikuti perkembangan zaman, kami juga mulai melayani pembelian online untuk minimarketnya,” ucapnya.

Baca Juga: Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut pembangunan convention hall masih butuh jalan panjang karena membutuhkan dana yang tak sedikit. Nilai investasinya besar, namun ia masih enggan memaparkan nominalnya.

“Kami menunggu investasi ke sana, ya mencari investornya. Potensinya sangat luar biasa, makanya kami tawarkan lagi. Jalannya masih panjang, kami belum bisa sampaikan. Nanti ya, kalau sudah jelas,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa sore.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Segini Tarif Jasa Dekorasi Langganan Presiden Jokowi

Ranu Asmoro yang mendekorasi resepsi pernikahan Ketua MK dengan adik Jokowi menetapkan tarif lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa dekorasi lain.

Korean Wave Bikin Suasana Korea Begitu Terasa di Atrium Solo Grand Mall

Beberapa kroteria yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kostum, koreografi, lipsing, serta kejutan yang diberikan untuk penonton.

Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

800-An Tamu Bakal Saksikan Pernikahan Adik Presiden Jokowi pada 26 Mei

Sekitar 800-an undangan akan hadir pada pernikahan adik Jokowi yang digelar di Gedung Graha Saba Jl. Letjen Suprapto Solo.

1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Kapolres Sragen mengaku mengalami dua kendala dalam penanganan kasus perkosaan anak di bawah umur di Sukodono yang sudah berjalan 1,5 tahun.

Espos Plus: Perjalanan Inggris Legalkan LGBT dan Cerita Bandit Jawa

Tiga konten berita terkait perjalanan Inggris yang butuh waktu lima abad untuk melegalkan LGBT, cerita bandit Jawa jadi kecu atau perampok hingga Indonesia jadi ladang empuk jaringan pengedar narkoba internasional menjadi sajian menu Espos Plus edisi Sabtu (21/5/2022).

Bidik Pemilih Pemula Soloraya, Sahabat Ganjar Gelar Lomba TKJ

Sahabat Ganjar Relawan Indonesia atau Saga Relawan Indonesia menggelar lomba Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang diikuti para siswa SMK se-Soloraya.

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.