Kategori: Nasional

HALAQOH NU: 57 Kiai NU Se-Jateng Akan Hadiri Halaqoh di Semarang


Solopos.com/

Ilustrasi (www.maarif-nu.or.id)
SEMARANG - Kurang lebih 57 kiai Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah direncanakan menghadiri halaqoh (pertemuan) di Pondok Pesantren Al Islah, Mangkang Kulon Semarang.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, Muhammad Adnan, mengatakan tujuan halaqoh agar para kiai memahami dan mengerti hubungan NU dengan partai politik (parpol). “Halaqoh ini digelar berdasaran usulan para kiai NU se-Jateng untuk memahami hubungan dengan parpol khususnya PKB,” katanya, Selasa (14/2/2012). Kegiatan dengan mengusung tema NU, PKB, dan Bangsa direncanakan dilaksanakan Kamis (16/2/2012), dan akan dihadiri 57 kiai NU dari 35 kabupaten/kota di Jateng baik yang duduk di struktural NU dan Parta Kebangkitan Bangsa (PKB).

Beberapa kiai yang akan hadir antara lain, KH Ahmad Sa’id Asrori (Kabupaten Magelang), KH Ubaidillah Sodaqoh (Semarang), KH Wahib Mahfid (Kebumen), Habib Hasan Aqil Baabud (Purworejo) dan KH Syu’ada Adzikya (Cilacap). “Melalui pertemuan ini diharapkan hubungan antara NU dengan PKB tak hanya bersifat kesejarahan, tapi juga bersifat simbiosis mualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Adnan.

Agenda yang akan dibahas dalam halaqoh, lanjut dia, mengenai hubungan NU dengan parpol, khususnya PKB yang fluktuatif karena terkadang kepentingan partai lebih menonjol, sehingga melupakan kepentingan NU. Melalui pertemuan para kiai ini, diharapkan masing-masing mampu memahami posisinya dan sudah menjadi kewajiban kader NU, yang ada di partai politik ikut memperjuangkan kepentingan NU.

”Elite partai perlu mengerti, mendengar, dan menindaklanjuti keinginan kiai-kiai NU,” tandasnya. Sementara anggota Fraksi PKB DPRD Jateng, KH Syamsul Maarif mengatakan melalui halaqoh ini bisa lebih mendekatkan lagi hubungan NU dan PKB. Sebab saat ini, imbuh dia, banyak kader PKB menjauh dari NU sehingga hubungannya kurang baik. Padahal NU yang membidani kelahiran PKB ”Melalui halaqoh dengan para kiai NU ini, semoga hubungan dengan PKB ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar dia.

JIBI/SOLOPOS/Insetyonoto

Share
Dipublikasikan oleh
R. Bambang Aris Sasangka