Kategori: Solo

HAJI 2016 : Garuda Indonesia Terbangkan 26.561 Calhaj via Solo


Solopos.com/Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos

Haji 2016, sebanyak 26.561 calhaj diberangkatkan Garuda melalui Bandara Adi Soemarmo.

Solopos.com, SOLO--Garuda Indonesia akan menerbangkan 26.561 calon haji (calhaj) asal Solo saat pelaksanaan musim haji pada 9 Agustus-15 Oktober dengan menggunakan lima pesawat wide body tipe Airbus 330 dengan kapasitas 360 penumpang.

General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Solo, Muchamad Firman, mengungkapkan Garuda Indonesia mengangkut 79.020 calhaj yang berasal dari delapan embarkasi, yakni Banda Aceh (6.673 orang), Medan (6.673 orang), Padang (4.946 orang), Jakarta (17.758 orang), Solo (26.561 orang), Balikpapan (4.284 orang), Makassar (11.972 orang), dan Lombok (3.646 orang). Calhaj asal Solo ini paling banyak atau sekitar 34% dari total calhaj.

Penerbangan ini dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pemberangkatan pada 9 Agustus-5 September dan tahap pemulangan 17 September-15 Oktober. Penerbangan perdana akan dilakukan pada 9 Agustus pukul 16.40 WIB. Ada 12 pesawat yang digunakan, diantaranya adalah empat pesawat Boeing 777 300ER (393 kursi), dua pesawat Boeing 747 (450 penumpang), dan enam Airbus 330 (360 penumpang).

“Solo dibagi menjadi 74 kloter dengan menggunakan lima pesawat Airbus 330 jadi setiap kloter sekitar 359 orang. Untuk technical landing, pesawat dari Solo akan transit di Padang untuk mengisi bahan baku,” ungkap Firman saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (1/8/2016).

Dia mengungkapkan ada 442 cabin crew yang akan melayani calon jamaah haji selama perjalanan dan 40% di antaranya merupakan putra daerah. Hal ini dipilih supaya mempermudah komunikasi dan memahami budaya calhaj. Menurut dia, calon jamaah haji juga akan mendapat free bagasi 32 kg untuk koper, tas jinjing, dan tas paspor sedangkan saat kembali ke Tanah Air akan mendapat air zamzam lima liter.

Lebih lanjut, dia mengimbau calhaj untuk tidak membawa barang berbahaya, di antaranya kompor, korek api,pisau, gunting, parfum dalam bentuk semprot, dan lainnya. Barang elektronik juga harus dilepaskan baterainya selama perjalanan. Menurut dia, yang tidak kalah penting adalah tidak menerima titipan barang di tengah perjalanan.

Service and Station Manager Garuda Indonesia, Toto Suwarto, mengungkapkan dari sisi jumlah calhaj sama dengan tahun lalu. Meski begitu, bermacam persiapan tetap dilakukan untuk keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang. Dia mengatakan sosialisasi larangan membawa bermacam barang tersebut terus dilakukan dan bekerja sama dengan Kementerian Agama hingga di dalam bus saat menuju ke bandara.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Mufid Aryono