Hajatan di Wonogiri Dilarang Lagi, Hanya Boleh Ijab Kabul di KUA

Pemerintah Kabupaten Wonogiri melarang penyelenggaraan hajatan di daerahnya. Prosesi pernikahan hanya boleh dilakukan dengan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di area Sekretariat Daerah Wonogiri, Selasa (15/6/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di area Sekretariat Daerah Wonogiri, Selasa (15/6/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten Wonogiri melarang penyelenggaraan hajatan di daerahnya. Prosesi pernikahan hanya boleh dilakukan dengan ijab kabul di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"Surat Edaran [SE] tentang pelarangan hajatan dan penutupan objek wisata akan kami terbitkan besok [Rabu, 16 Mei 2021]" kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, kepada wartawan di area Sekretariat Daerah Wonogiri, Selasa (15/6/2021).

Pria yang akrab disapa Jekek itu mengatakan, SE baru itu dikeluarkan untuk antisipasi agar tidak ada lonjakan kasus baru Covid-19. Sebab saat ini ada indikasi klaster baru yang cukup mengkhawatirkan di Jawa Tengah. Maka harus ada langkah tegas yang diambil.

Baca Juga: Kursi Penerbangan Antariksa Blue Origin Laku Rp398 Miliar

Ia menuturkan, prosesi pernikahan hanya diizinkan dengan menggelar ijab kabul di balai nikah atau KUA. Hal itu dilakukan agar aktivitas warga terkontrol. Jika ijab kabul dilakukan di rumah, besar kemungkinan didatangi oleh saudara dekat dan tetangga sehingga berpotensi terjadi kerumunan baru.

"Kami arahkan ijab kabul ke KUA. Kalau tidak memungkinkan dilakukan di masjid atau fasilitas yang dimiliki kecamatan. Kami larang di rumah karena minimal warga satu RT ikut menyaksikan prosesi itu. Kalau satu hari ada sejumlah kegiatan tinggal akumulasinya berapa," ungkap dia.

Jekek menegaskan pihaknya tidak akan memperbolehkan warga menggelar prosesi pernikahan di rumah meski dengan jumlah terbatas. Sebab dalam praktek nyata di lapangan tidak bisa dikontrol jumlah batasannya.

"Kalau ada batasan jumlah tidak bisa dikelompokkan dan tidak ada sanksi penyikapannya. Maka kami tidak pertimbangkan batasannya berapa. Karena berapapun batas yang ditentukan tidak bisa mengontrol dan ditegakkan," ujar dia.

Pemkab Wonogiri, kata dia, tidak akan memberi toleransi kepada warga yang akan menggelar hajatan dalam waktu dekat. Pihaknya akan berlakukan SE dengan tegas. Sebab Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterpakaian tempat tidur isolasi Covid-19 di Wonogiri sudah 70 persen.

"Toh jika ada pembatalan hajatan yang akan digelar tidak terjadi sesuatu. Hla ini mau pilih keselamatan atau menggelar hajatan? Keselamatan rakyat sesuatu yang vital dan utama," papar dia.

Baca Juga: Adu Banteng Motor VS Grandmax, Pelajar Polokarto Sukoharjo Meninggal

Warga yang nekat menggelar hajatan dalam waktu dekat akan dibubarkan dengan melakukan imbauan. Menurut Jekek, otoritas pemerintah mengatur masyarakat dengan regulasi yang ada. Bukan berdasarkan keinginan.

"Sanksinya tidak berupa pidana atau berupa material. Namun lebih kepada aspek sosial atau pembinaan. Kalau ada yang ngeyel, jika mengurus administrasi kependudukan tidak akan direspon. Misalnya seperti itu, agar masyarakat patuh sebagai wujud ihtiar bersama," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Prokes PTM SD-SMA di Sukoharjo Diperketat Demi Cegah Penularan Covid-19

Pengurus sekolah diminta memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan mulai dari siswa tiba, masuk ke ruang kelas hingga pulang sekolah.

Wow, Alga Bikinan Pemuda Sidowayah Klaten Jadi Makanan Astronaut di Ruang Angkasa Hlo

Kapsul alga yang dibuat pemuda di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu makanan astronaut di ruang angkasa.

Tak Sengaja Kirim Chat Kasar ke Grup Kelas, Bocah SD di Mojogedang Ditampol Bapak Temannya

Kisah tragis dialami bocah SD di Mojogedang yang ditampol bapak temannya karena tak sengaja forward chat kasar ke grup kelas dengan HP temannya itu.

Misteri Palang Joglo Solo, dari Pesugihan hingga Asmara Makhluk Halus

Di bawah ini terdapat kisah misteri di persimpangan teramai di Kota Solo, Jawa Tengah, yakni Palang Joglo.

Motor dan Truk Boks Adu Banteng di Karanggede Boyolali, 1 Orang Meninggal

Peristiwa kecelakaan itu terjadi tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, sekitar pukul 17.30 WIB.

Bonus Ratusan Juta Rupiah Menanti Atlet Wonogiri Peraih Medali PON Papua

Pemberian bonus sebagai bentuk konkret dan komitmen pemerintah dalam memberikan nilai dukungan dan apresiasi kepada atlet berprestasi.

Polres Boyolali Bekuk 9 Tersangka Kasus Pembuatan dan Peredaran Upal

Penangkapan awal dilakukan terhadap sebagian tersangka yang berada di rumah tersangka DS di Mojosongo, Boyolali pada Minggu (12/9/2021).

Selamat! Sragen Raih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kemen PPPA

Piala dan piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2021).

Kunjungi Klaten, Menko Airlangga Hartarto Tanam Padi Rajalele di Sawah

Airlangga juga berbincang dengan petani perempuan yang sedang bercocok tanam tanaman Srinuk di Sidowayah.

Polres Boyolali Tangani Kasus Peredaran Uang Palsu Senilai Rp500 Juta

Dalam penanganan kasus peredaran uang plasu tersebut pihak Polres Boyolali juga sudah melibatkan Bank Indonesia.

Pria Karanganyar Cabuli Bocah Pakai Selang Air Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara!

Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban, selang warna hijau sepanjang 11,2 meter dengan ujungnya logam sepanjang 10 sentimeter, dan tikar.

Jadwal Pemadaman Listrik Sragen Hari Ini, Jumat (24/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Sragen yang terjadi hari ini, Jumat (24/9/2021) selama tiga jam dari pukul 13.30-16.30 WIB.

Gamers Siap-Siap! Solopos Diplomat Solo Esport Arena 2021 Hadir Kembali

Solopos Diplomat Solo Esports Arena (SDSEA) akan hadir untuk kali kedua pada tahun ini dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah.

Buntut Temuan Klaster Covid-19 PTM di Jateng, Pelajar SMP Sragen akan Dites Antigen

Para pelajar SMP di Kabupaten Sragen akan dites antigen untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat PTM.

Waduh! 10.197 Kartu Tani di Sukoharjo Belum Dibagikan,

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat sebanyak 10.197 keping kartu tani belum dibagikan kepada petani.