Menteri Ketenagakerjaan Muhamad Hanif Dhakiri berjabat tangan dengan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat menghadiri Wisuda VII Program Sarjana Tahun 2018 Institut Pesantren Mathali\'ul Falah Pati di Kampus Ipmafa Margoyoso, Pati, Jateng, Minggu (16/12/2018). (Antara-Istimewa)

Solopos.com, PATI — Menteri Ketenagakerjaan Muhamad Hanif Dhakiri, Minggu (16/12/2018), menghadiri Wisuda VII Program Sarjana Tahun 2018 Institut Pesantren Mathali'ul Falah (Ipmafa) Pati di Kampus Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai skala prioritas pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo.

Menaker Hanif Dhakiri menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan hanya di bidang infrastruktur. Menurutnya, investasi SDM juga menjadi skala prioritas penerintah pimpinan Presiden Jokowi dalam menghadapi perkembangan teknologi yang masif. "Fokus pembangunan SDM pada 2019 untuk memastikan bahwa SDM yang ada benar-benar memiliki daya saing," ujarnya.

Ketika kualitas SDM memiliki daya saing yang bagus, kata dia, maka hal itu bisa memberikan kontribusi secara aktif bagi bangsa dan negara. Ia mengingatkan kepada para wisuda untuk mengantisipasi perkembangan teknologi saat ini. "Cara pandang masyarakat juga harus berkembang. Disadari atau tidak, perkembangan teknologi merubah gaya hidup masyarakat," ujarnya.

Peran institusi pendidikan, imbuh dia, juga menjadi sangat penting untuk memastikan generasi muda memiliki life skill, karakter, dan kompetensi yang baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memin kepada agar generasi muda untuk mengisi masa muda mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif. "Pemerintah perlu tangan-tangan terampil lulusan perguruan tinggi, mengingat lowongan kerja dari pemerintah begitu minim," ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta wisudawan terus meningkatkan kualitas, berdikari serta meningkatkan kreativitasnya untuk meningkatkan lowongan kerja yang ada di Pati. Terlebih lagi, imbuh Saiful, di era milenial dan industri 4.0 ini, masyarakat dituntut untuk berinovasi dan berkompotesi secara global.

"Semua generasi muda harus terus berkarya agar mampu memenangkan kompetisi yang ada. Ketika generasi muda bagus maka bagus pula bangsanya. Dan begitu pula sebaliknya ketika generasi muda rusak, maka rusak pula bangsanya," tegas Wabup.

Menurut dia tantangan generasi muda di masa mendatang sangatlah luar biasa. "Pembangunan akan dimulai dari desa, nantinya dari desalah generasi muda bisa menciptakan peluang. Terlebih dengan adanya bantuan dana desa," ujarnya.

Ia berharap para wisudawan dapat menggali potensi yang ada di desanya masing-masing dan tidak lagi tergiur dengan kegemerlapan kota karena peluang itu sebenarnya juga ada di desa. "Orang tua jangan selalu berprinsip bahwa bekerja kantoran lebih baik. Kami justru ingin agar ada wirausahawan yang memulai usahanya dari kecil karena kenyataan saat ini masih banyak peluang," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten