Hadiri Ijab Kabul Anak di Nguter Sukoharjo: Bapak Meninggal, 5 Anggota Keluarga Positif Covid-19
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Acara hajatan pernikahan di Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Sukoharjo yang seharusnya menjadi momen bahagia malah menjadi duka. Orangtua mempelai meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti prosesi ijab kabul anaknya. Ironisnya lagi, dari Klaster Pernikahan di Nguter Sukoharjo ini, lima orang anggota keluarga terkonfirmasi positif Covid-19.

4 Orang Positif Covid-19, Muncul Klaster Pernikahan di Nguter Sukoharjo

Hal ini disampaikan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati dijumpai Solopos.com seusai kegiatan upacara virtual Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan di Gedung Wijaya Kompleks Setda Sukoharjo, Senin (17/8/2020).

Yunia mengatakan kasus klaster pernikahan Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Sukoharjo ini bermula dari salah satu orangtua mempelai yang berdomisili di Jakarta datang menghadiri prosesi ijab kabul anaknya. "Salah satu orangtua ini terkonfirmasi positif dan meninggal dunia. Tapi karena domisili di Jakarta maka datanya tidak masuk di kasus Corona di Sukoharjo," kata dia.

Kemudian, Gugus Tugas melacak kontak erat kasus meninggal dunia pelaku perjalanan tersebut. Dari hasil pelacakan, ijab kabul pernikahan di Lawu dihadiri sebanyak 15 orang. Namun hanya delapan orang yang menjadi kontak erat.

Sinyal Lolos Pilkada 2020, Pasangan Bajo Ziarahi Makam Bung Karno

Klastes Pernikahan Sukoharjo

Selanjutnya, Yunia mengataka Gugus Tugas melakukan tes swab kepada delapan orang kontak erat termasuk kedua mempelai. Namun, kata Yunia, hasil swab baru keluar lima yang semuanya terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini menambah kasus positif Corona di Kabupaten Sukoharjo.

"Untuk mempelai sendiri hasil swab belum keluar," katanya.

Dikatakan Yunia, hingga saat ini, khusus Kecamatan Nguter masih terdapat delapan kasus positif corona aktif. Rinciannya, Desa Lawu lima kasus, Desa Gupit satu kasus, Celap satu kasus, dan Desa Pondok Satu kasus.

Berdasarkan data website www.corona.sukoharjokab.go.id, masih terdapat 85 kasus positif corona yang aktif dan tersebar di 10 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Grogol 12 orang, Kecamatan Kartasura 21 orang, Sukoharjo 11 orang, Tawangsari tujuh orang, Nguter delapan orang, Bendosari tujuh orang, Baki dua orang, Polokarto enam orang, Gatak lima orang, dan Kecamatan Weru lima orang. Untuk Kecamatan Mojolaban dan Bulu, saat ini sudah terbebas dari kasus positif corona.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom