Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Ini Strategi Asosiasi Ahli Rias Pengantin Solo

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Ini Strategi Asosiasi Ahli Rias Pengantin Solo

SOLOPOS.COM - Ketua DPD Katalia Jateng, Hesti Budiharjono, melantik Pengurus DPC Katalia Solo periode 2017-2022 di Hotel Sala View, Selasa (3/10/2017). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)

Asosiasi ahli rias pengantin di Solo siap menghadapi pasar bebas ASEAN.

Solopos.com, SOLO — Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia Solo, Katalia, siap menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu langkahnya dengan membentuk divisi hubungan internasional.

Pengurus divisi internasional itu siap bekerja di bawah kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) Katalia Solo yang dikukuhkan di Hotel Sala View, Solo, Selasa (3/10/2017). Divisi hubungan internasional akan mempromosikan gaya rias pengantin Indonesia kepada masyarakat luar negeri.

“Di pasar global kami pastikan anggota Katalia siap bersaing. Harapannya orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dan memutuskan menikah di luar negeri tetap mau menggunakan pakaian pengantin Indonesia,” kata Ketua DPC Katalia Solo, Purwoko, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela pelantikan.

Belum lama ini, Purwoko juga berkesempatan bekerja sama dengan Kedutaan RI di Malaysia untuk memberikan pelatikan kepada 40-an tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran tentang tata rias pengantin khususnya tata rias modifikasi dan modern.

“Kami dan kedutaan berharap suatu saat TKI ini pulang ke Tanah Air dan tidak kembali lagi menjadi TKI tapi berwirausaha di bidang tata rias pengantin.”

Menurut Purwoko, jasa tata rias pengantin adalah peluang bisnis yang dipastikan tidak akan pernah surut. “Ini pekerjaan yang pasarnya tidak akan pernah mati karena semua orang pasti akan melewati fase atau masa pernikahan.”

Katalia Solo juga memiliki divisi bidang pendidikan yang akan menjadi media bagi generasi muda belajar berwirausaha di bidang tata rias pengantin. Saat ini sudah muncul generasi-generasi muda di bidang tata rias pengantin yang lebih kreatif dan menyasar segmen pasar potensial.

“Kami sebut ini potensial karena rias pengantin modern ini sekarang lebih banyak diminati. Kami tetap berusaha mempertahankan tata cara pakem, tapi maksimal hanya 30%-nya, dan sisanya adalah kemasan modern,” papar dia.

Katalia Solo adalah asosiasi baru yang masih berupa embrio dan kini beranggotakan 30 perias. Pengurus DPC Katalia Solo periode 2017-2022 dilantik Ketua DPD Katalia Jateng, Hesti Budiharjono.

Istri Wakil Wali Kota Solo, Saraswati Purnomo, juga menyampaikan harapannya agar perias pengantin modern Kota Solo bisa terus berkreasi agar bersaing di pasar internasional.

Berita Terkait

Berita Terkini

Keluarga di Sragen Siapkan Rumah untuk Alviano, Bocah Yatim Piatu Gegara Covid-19

Keluarga di Sragen menyiapkan rumah untuk Alviano, bocah yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal karena Covid-19 di Kaltim.

Asrama Mahasiswa UNS Solo Siap Jadi Tempat Isolasi Mandiri OTG Covid-19

Asrama Mahasiswa UNS di Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo disiapkan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Tradisi Dongkrek, Cara Unik Warga Lereng Gunung Wilis di Madiun Usir Pagebluk Covid-19

Warga Desa Cermo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, memiliki cara unik untuk mengusir pagebluk corona, yaitu dengan menggelar tradisi dongkrek.

Hukuman Dipotong 4,5 Tahun, Mantan Direktur RSUD Sragen yang Tersandung Kasus Korupsi Segera Bebas

Mantan direktur RSUD Sragen yang terlibat kasus korupsi segera bebas karena permohonan kasasi dikabulkan Mahkamah Agung.

Gerobak Bakul Cilok Jatuh Saat Diangkut Satpol PP, Isinya Berceceran di Jalan Bikin Netizen Emosi

Video viral gerobak cilok kuah yang diangkut mobil Satpol PP jatuh hingga isinya berceceran di jalan yang membuat netizen emosi.

Hati-Hati Lur! Begal Payudara Gentayangan di Grobogan, Ini Lokasinya

Begal payudara menghantui warga Grobogan, Jawa Tengah.

Tempati Posisi Ketiga, Rio Waida Harus Lalui Babak Eliminasi Selancar Olimpiade Tokyo 2020

Rio Waida harus melalui babak eliminasi pada putaran kedua karena berada di posisi ketiga pada putaran pertama.

Gregoria Mariska Lewati Tantangan Pertama di Olimpiade Tokyo Seusai Taklukkan Pemain Myanmar

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melewati tantangan pertama setelah mengalahkan pemain asal Myanmar Thet Htar Thuzar.

Kisah Bagas Pemanah Indonesia di Olimpiade Tokyo: Anak Pak Bon SD Asal Klaten & Mantan Atlet Panahan Andalan Jateng

Kisah inspiratif tentang Bagas, atlet panahan Klaten, anak pak bon SD di Jatinom dan mantan atlet pemanah andalan Jateng yang berlaga di Olimpiade Tokyo.

Gawat! Lonjakan Kasus Positif Corona di Klaten Melampaui Kudus

Jumlah kasus Corona aktif di Klaten saat ini dinilai melebihi lonjakn kasus yang sempat terjadi di Kudus beberapa waktu lalu.

Beredar Selebaran Kritikan Penanganan Covid-19, Ini Tanggapan Kapolres Kudus

Polisi turun tangan menelusuri sejumlah selebaran berisi kritikan kepada pemerintah tertempel di sejumlah ruas jalan di Kudus.

Hotel dan RS di Solo Ini Buka Layanan Isoman, Segini Tarifnya

Hotel di Solo yang membuka layanan isolasi mandiri (Isoman) bekerja sama dengan rumah sakit untuk memantau kesehatan para tamu yang positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).