Hadapi Banjir, PMI Jateng Siapkan Tempat Penampungan
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jateng, Sarwa Pramana (kedua dari kanan), saat meninjau salah satu markas PMI di Tegal, Rabu (1/1/2020). (Semarangpos.com-PMI Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Hujan disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) berpotensi mendatangkan bencana seperti banjir, longsor, maupun rob.

Guna mengantisipasi datangnya bencana tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng pun telah menyiapkan sederet langkah mitigasi, seperti menyiagakan anggota maupun menyiapkan tempat penampungan bagi korban terdampak.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jateng, Sarwa Pramana, mengatakan tidak saja bencana yang datang bersamaan dengan tibanya musim penghujan. Bencana air rob juga kerap menerjang saat musim penghujan tiba, terutama di wilayah pantai utara Jawa.

"Kesiapsiagaan personel maupun peralatan menjadi sangat perlu. Kecepatan informasi diharapkan mampu membuat bantuan akan lebih cepat dan tepat sampai ke lokasi bencana," ujar Sarwa saat meninjau sejumlah posko siaga PMI Jateng di wilayah Pantura, Rabu (1/1/2020).

Sarwa menambahkan PMI diharap tidak hanya menyiapkan posko di lapangan, tapi juga siap menjadikan markas untuk menjadi tempat penampungan sementara saat terjadi bencana.

"Hujan disertai angin bisa datang kapanpun. Maka kesehatan fisik anggota pun harus dijaga sehingga bisa lebih siap saat memberikan bantuan," imbuh mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng itu.

Dalam kesempatan itu, Sarwa bersama rombongan melakukan peninjauan di sejumlah posko penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, Pekalongan, Kota Pekalongan, Pemalang, dan Batang.

"Awal tahun 2020 di sejumlah daerah didominasi informasi banjir dan angin puting beliung. Maka personel harus lebih siap baik secara fisik maupun peralatan. Untuk memastikan, PMI Jateng datang ke posko dan markas di sejumlah daerah. Bukan hanya posko, markas juga harus siap jadi tempat pengungsian jika terjadi bencana,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng itu.

Sarwa pun meminta personel PMI Jateng untuk selalu mengecek peralatan seperti handy talky (HT) yang menjadi alat komunikasi penting, terutama saat sinyal telekomunkasi dan listrik terputus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho