Guyonan Gus Dur Soal Lumpur Lapindo, Receh Tapi Bikin Ngakak

Guyonan almarhum Gus Dur tentang semburan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, dijamin bakal membuat Anda tergelak.

 Presiden Abdurrahman Wahid. (Liputan6.com)

SOLOPOS.COM - Presiden Abdurrahman Wahid. (Liputan6.com)

Solopos.com, SIDOARJO — Semburan lumpur panas dari lubang pengeboran PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi bencana metana terbesar di Bumi. Alhamrhum Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur menjadi saksi kasus yang sempat ramai pada Mei 2006.

Beliau pun memberikan komentar yang lucu tentang kasus tersebut yang dijamin akan membuat Anda tertawa.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dikutip dari Okezone yang menyadur buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, almarhum justru tidak memberikan komentar serius, melainkan guyonan terkait musibah tersebut.

“Mengapa muncul bencana lumpur dan gas panas di Sidoarjo? Wong ngebornya La Pindo, jadi jebol. Kalau La Pisan mungkin aman,” kata Gus Dur.

Sebagai informasi, dalam bahasa Jawa, pindo berarti dua kali. Sementara pisan berarti satu kali. Dalam guyonan itu, Gus Dur menyebut semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo terjadi karena proses pengeboran sebanyak dua kali.

Baca juga: Rekor! Lumpur Lapindo Jadi Bencana Metana Terbesar di Bumi

Diberitakan sebelumnya, dalam artikel jurnal bertajuk Relevant Methane Emission to the Atmosphere from a Geological Gas Manifestation yang dirilis jurnal Scientific Report pada 18 Februari 2021 para peneliti menyebutkan bahwa semburan lumpur Lapindo memecahkan rekor sejarah gas metan tertinggi di Bumi yang menyumbang efek gas rumah kaca dan bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Berdasarkan penelitian tersebut, emisi gas metan dari semburan lumpur Lapindo berimbas pada lonjakan suhu Bumi yang menyebabkan krisis iklim semakin buruk.

Baca juga: Ada Bahaya Likuifaksi di Sirkuit Mandalika, Ini Solusi Pengelola

Asal-Usul Lumpur Lapindo

Seperti diketahui semburan lumpur panas itu kali pertama muncul di Dusun Balongnongo, Desa Ronokenongo dan Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 Mei 2006. Lumpur panas yang terus menyembur ini menggenangi permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya.

Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik PT Lapindo Brantas.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura, “gunung” lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bledug Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu.

Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut Bumi itu sekitar 100.000 meter kubik per hari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil “pengeboran” selebar 30 cm. Dan akibat pendapat awal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia maupun Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya, menyebabkan dibuat tanggul di tanah milik masyarakat.

Baca juga: Kisah Misteri Dukun Asal Indonesia Ini Tak Bisa Lihat Kakbah Saat Umrah

Akan tetapi karena volumenya besar, tanggul itu tidak mampu menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas. semburan lumpur Lapindo itu setidaknya menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Total 10.426 unit rumah terendam lumpur dan puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi.

Semburan lumpur ini juga membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp6 triliun.

Baca juga: Renyahnya Usaha Kuliner Ikan di Wonogiri

Kasus semburan lumpur panas PT Lapindo ini berlangsung lama sehingga pemerintah mendapat kritikan karena dianggap tidak serius menanganinya. Pemerintah hanya membebankan kepada Lapindo pembelian lahan bersertifikat dengan harga berlipat-lipat dari harga NJOP.

Sejumlah aktivis lingkungan hidup mengecam penanganan bencana lumpur Lapindo. Mereka menilai pemerintah terlalu lamban dan menganggap solusi yang diberikan dalam penanganan bencana itu justru menimbulkan masalah baru.

Sementara itu PT Lapindo Brantas Inc. sendiri lebih sering mengingkari perjanjian-perjanjian yang telah disepakati bersama dengan korban.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Guru TK Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Dibunuh

      Jenazah guru TK itu ditemukan di kamar mandi rumahnya oleh ibu kandungnya.

      Rumdin Ferdy Sambo Diusulkan Jadi Museum Pengingat Kejahatan

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Timsus Kapolri Sempat Stagnan, Terbantu Berkat Pengakuan Bharada E

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Kasus Ferdy Sambo Disorot Media Malaysia, Singapura dan Australia

      Media dari Singapura, Malaysia dan Australia mengulas berita penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir J.

      Jaksa Yakin Hakim Bakal Hukum Motivator Julianto Eka Putra

      Terdakwa Julianto Eka Putra telah dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

      Pengacara Sebut Asmara Polwan dan Ferdy Sambo, Benarkah Rita Yuliana?

      Pada pertengahan Juli lalu nama AKP Rita Yuliana viral di media sosial karena dikaitkan dengan kasus tewasnya Brigadir J.

      Bharada E: Jika Tidak Menembak, Saya yang Ditembak

      Jika tidak menembak, Bharada E yakin dirinya yang akan ditembak hingga mati.

      Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek Wujudkan Transformasi Pendidikan

      Saat ini ada sejumlah platform yang sudah ada pada ekosistem teknologi pendidikan Kemendikbudristek Indonesia.

      Pembunuhan Brigadir J karena Kisah Asmara Ferdy Sambo Terbongkar?

      Ferdy Sambo diduga terlibat kisah asmara dengan seorang polwan sehingga memicu perselisihan dengan istrinya, Putri Candrawathi. 

      Pilpres 2024, Ganjar akan Kalah Jika Tak Diusung PDIP

      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mendapat restu untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

      Daerah Ini Warganya Sering Bersepeda Motor Tanpa Helm

      Direktur Lalu lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, Rabu (10/8/2022), mengatakan sejak Juli 2022 hingga 8 Agustus 2022 polisi menilang 208 pengendara tidak menggunakan helm.

      Pengacara: Brigadir J Dihabisi karena Bocorkan Rahasia Ferdy Sambo

      Salah satu pengacara, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan Brigadir J dihabisi karena memegang rahasia Ferdy Sambo dan sempat membocorkannya.

      TKP Kasus Kematian Brigadir J Bertambah 1, Rumah Pribadi Ferdy Sambo

      Ketiga TKP tersebut merupakan rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

      Laku Karya Mahasiswa ISI Solo Masuk 10 Besar Film Pendek Kartu Prakerja

      Film Laku karya mahasiswa ISI berhasil masuk 10 besar finalis terbaik kompetisi Film Pendek Kartu Prakerja.

      Beri Informasi Salah, Karopenmas Brigjen Ahmad Ramadhan Dibela Atasan

      Belakangan pernyataan Ahmad Ramadhan itu dibantah Kapolri yang memastikan tidak ada baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.