Guru SMPN 1 Dolopo Madiun Meninggal karena Covid-19 Punya Riwayat Pergi ke Solo
Petugas dari BPBD Kabupaten Madiun menyemprot ruangan SMPN 1 Dolopo dengan cairan disinfektan setelah ditemukan satu guru di sekolah tersebut positif Covid-19, Senin (3/8/2020). (Istimewa/BPBD Madiun)

Solopos.com, MADIUN — Seorang guru di SMPN 1 Dolopo, Kabupaten Madiun, meninggal dunia karena Covid-19. Pasien ini ternyata punya riwayat pergi ke Kota Solo.

Pasien ini berinisial PR, 59. Sebelum akhirnya meninggal dunia, guru SMPN 1 Dolopo ini sempat bepergian di Solo bersama keluarganya pada tanggal 19 Juli 2020. Setelah itu, PR ini mengalami sakit parah dan dirujuk ke RSUD Sogaten.

PR memang memiliki riwayat sakit jantung. Karena pertimbangan medis, PR dirujuk ke RSUD dr. Soedono pada Jumat siang. Namun, hanya beberapa jam dirawat akhirnya PR dinyatakan meninggal dunia.

Kontes Sepeda Onthel Solo: Ada Peserta Yang Habis Sampai Rp100 Juta Untuk Upgrade Loh…

Kepala SMPN 1 Dolopo, Arif Wardoyo, sempat melarang seluruh guru dan pegawai sekolah untuk melayat ke rumah guru yang meninggal dunia diduga gara-gara Covid-19. Saat meninggal dunia, pasien itu belum jelas terkonfirmasi positif atau negatif karena memang hasil tes swab belum keluar.

“Pasien ini kan meninggal dunia di RSUD dr. Soedono pada tanggal 31 Juli. Saat itu hasil swab belum keluar. Jadi masih ragu-ragu, PR ini meninggal gara-gara penyakit jantung atau terinfeksi Covid-19,” ujar dia saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Senin (3/8/2020).

Karena belum jelas hasil tersebut, ia kemudian meminta kepada seluruh guru dan pegawai di SMPN 1 Dolopo untuk tidak melayat di rumah sakit maupun rumah duka di Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Tes Swab

Hasil tes swab keluar pada Sabtu (1/8/2020) dengan konfirmasi positif Covid-19. Arif merasa lega karena sebagian besar guru dan pegawai sekolah tidak melayat ke rumah duka. Sehingga penularan virus ini bisa diantisipasi dari awal. Meskipun ada beberapa teman guru yang datang ke rumah duka.

“Mereka yang datang melayat juga sudah menjalani rapid test dan hasilnya non-reaktif,” ujar dia.

16 Anak di Klaten Terpapar Covid-19, Terbanyak Bayat & Tulung

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindik Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo, meminta kepada seluruh guru supaya tidak bepergian ke luar daerah kalau memang tidak ada hal yang mendesak. Menurutnya, seluruh guru seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk tertib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Karena melihat kondisi ini, saya meminta kepada seluruh guru supaya lebih tertib dalam menerapkan protokol kesehatan dan tidak pergi keluar daerah kalau memang tidak ada keperluan mendesak,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom