Puluhan guru SD di Kota Solo berfoto bersama seusai mengikuti pelatihan pembuatan ecobricks bersama Marimas di Aula Kantor Disdik Solo, Kamis (18/7/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO—Ratusan guru sekolah dasar di Solo antusias mengikuti pelatihan untuk mengolah sampah plastik menjadi ecobricks di Aula Korwil II Dinas Pendidikan (Disdik) Solo Kamis (18/7/2019). Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama PT Marimas Putera Kencana, produsen Marimas dan Disdik Solo.

Guru-guru dari seluruh sekolah dasar di Solo tersebut mengikuti pelatihan bagaimana cara mengelola sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat seperti ecobricks. Pemberian materi pelatihan pun langsung diberikan perwakilan dari Marimas.

Festival Ecobricks Solo ini mengajari bagaimana memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu seni dengan cara memasukan limbah plastik yang sudah dipotong-potong ke dalam botol plastik. Penggunaan limbah plastik pun ada tiga jenis yang bisa dimanfaatkan. Seperti kemasan deterjen dan kemasan Marimas, plastik kresek, dan botol plastik.

Ecobricks yang dibuat nantinya bisa dirangkai dan dimanfaatkan menjadi beberapa benda yang bermanfaat. Beberapa produk yang bisa dihasilkan melalui ecobricks antara lain seperti kursi, meja atau alas tidur dan lain sebagainya. Ecobicks juga hanya membutuhkan lem kaca saja untuk merekatkan dan merangkai.

Keberadaan ecobricks diyakini mampu menekan produksi sampah plastik yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat dunia. Sehingga, mayoritas guru mendukung kegiatan tersebut dan akan menerapkan serta menularkan ilmu tersebut di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

Salah satu guru olahraga SDN Cinderejo, Suparno, mengaku mendukung gerakan mengelola limbah plastik menjadi ecobricks. Pasalnya, lingkungan sekolah diyakini menjadi salah satu tempat yang produktif menghasilkan sampah plastik. Dia akan menerapkan ilmu tersebut dan mengajak murid-muridnya untuk terbiasa membuat ecobricks.

“Anak-anak kan aktif beli jajanan kemasan. Pasti menghasilkan sampah plastik. Ini bisa menjadi pelajaran baru agar anak-anak memperhatikan lingkungan. Nanti akan saya terapkan di sekolah. Saya akan mengajak anak-anak untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobricks,” bebernya kepada Solopos.com.

Guru SDN Lojiwetan, Galih Rahmawati, mengatakan ilmu yang didapatkan melalui festival ecobricks sangat bermanfaat. Ilmu positif tersebut akan segera diterapkan di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

“Saya pernah lihat di sosmed ecobricks bisa untuk membuat rumah juga. Tapi baru ikut pelatihan kali ini. Saya akan segera menerapkannya di sekolah. Anak-anak bisa belajar untuk tidak membuang kemasan plastik jajanan dan dikumpulkan menjadi ecobricks,” ucap dia.

Kabid Guru dan Tenaga Pendidikan Disdik Solo, Budi Setiono Hadi, mengatakan ilmu ini harus segera diterapkan di lingkungan sekolah. Hal ini karena 90 persen sampah di sekolah adalah sampah plastik. Sehingga, perlu adanya solusi pengolahan yang bermanfaat.

“Sampah dibuang tidak akan terurai. Nanti ecobricks juga bisa dimanfaatkan menjadi prakarya untuk anak-anak. Selain bersih juga bermanfaat lainnya juga. Kami akan meneruskan ilmu ini kedepannya,” papar dia.

Pejabat Humas PT Marimas Putera Kencana, Lantip Waspodo, mengatakan dunia pendidikan menjadi sasaran sebagai bentuk tanggung jawab Marimas untuk mengedukasi generasi muda agar sadar lingkungan. Selain itu, gerakan ini juga sebagai bentuk CSR yang dilakukan pihaknya untuk berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik yang dihasilkan dari produk Marimas.

“Hubungan kami dengan dunia pendidikan karena produk kami erat hubungannya dengan sekolah. Tujuannya agar ilmu ini bisa dimanfaatkan sekolah seperti ecobricks diubah menjadi kursi dan meja. Ini seperti lingkaran, antara produsen dan konsumen saling memperhatikan lingkungan,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten