Aparat Polsek Slogohimo menenangkan siswa yang berunjuk rasa memprotes guru diduga melecehkan siswi di SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri, Sabtu (27/1/2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Oknum guru yang diduga melakukan https://soloraya.solopos.com/read/20180528/495/918893/5-kasus-pencabulan-paling-menggemparkan-wonogiri" title="5 Kasus Pencabulan Paling Menggemparkan Wonogiri">pencabulan kepada salah satu siswi SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri, untuk sementara waktu berkantor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Hal itu sebagai upaya menciptakan kondusivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah sambil menunggu keputusan terkait kasus tersebut.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Wonogiri, Retno Puspitorini, mengatakan tim dari Disdikbud Wonogiri melakukan klarifikasi kepada oknum guru berinisial HM itu ke sekolah setempat, Senin (28/1/2019).

Retno enggan menyampaikan hasil klarifikasinya. Namun, dari hasil klarifikasi itu Disdikbud mengambil kebijakan sementara dengan menarik guru bersangkutan ke Disdikbud per Selasa (29/1/2019).

“Mulai hari ini [Selasa] Kepala Dinas mengambil kebijakan sementara untuk menyikapi dan mengantisipasi proses KBM di sekolah sembari menunggu proses penyelesaian secara definitif. Mulai hari ini guru bersangkutan berkantor di Disdikbud https://soloraya.solopos.com/read/20180621/495/923325/guru-sd-wonogiri-cabuli-33-siswa-terima-vonis-15-tahun-penjara" title="Guru SD Wonogiri Cabuli 33 Siswa Terima Vonis 15 Tahun Penjara">Wonogiri hingga waktu yang tidak ditentukan,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Ia menilai untuk mencapai keputusan definitif memerlukan waktu dan proses yang panjang. Oleh karena itu, untuk sementara waktu guru yang bersangkutan tidak mengajar dulu.

“Agenda berikutnya adalah kami akan menyampaikan hasil klarifikasi ini kepada Bupati besok [hari ini],” terang Retno.

Kepala SMPN 1 Slogohimo, Martono, membenarkan HM tak lagi mengajar di sekolahnya per Selasa. Kasus yang berkaitan dengan guru itu kini ditangani Disdikbud.

Ia menilai kendati HM tak mengajar, sekolah tak menghadapi https://soloraya.solopos.com/read/20170719/495/835108/pencabulan-wonogiri-remaja-ngadirojo-diduga-cabuli-lebih-dari-2-orang" title="PENCABULAN WONOGIRI : Remaja Ngadirojo Diduga Cabuli Lebih dari 2 Orang">kendala karena semua sudah diatur oleh Disdikbud. “Yang menata juga bidang PTK. Kami hanya melaksanakan perintah. Sekolah sudah menghitung kebutuhan antara siswa dan guru. Untuk mata pelajaran yang ditinggalkan, sudah ada guru pengganti,” tutur Martono.

Tak hanya itu, ia menceritakan situasi di sekolah berangsur kondusif. Siswa kembali mengikuti KBM di kelas masing-masing. Pada Selasa, ia menerima kedatangan perwakilan orang tua.

Mereka meminta agar oknum guru yang berangkutan tak lagi mengajar di SMPN 1 Slogohimo. “Situasi di sekolah berangsur kondusif. Kami minta anak-anak jangan takut masuk ke sekolah,” urai Martono.

Sebagaimana diinformasikan, para siswa SMPN 1 Slogohimo menggelar aksi demo pada Sabtu (16/1/2019) memprotes tindakan asusila seorang guru yang diduga memegang dada salah satu siswi. Para siswa menuntut agar guru itu dipindah dari sekolah tersebut.

Selanjutnya pada Senin (28/1/2019), para siswa kembali berdemo setelah melihat guru berinisial HM itu masih berada di barisan para guru saat mengikuti upacara rutin setiap Senin.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten