Wakapolres Boyolali Kompol Donny Eko Listiyanto membawa barang bukti sabu-sabu milik guru honorer di Boyolali, Selasa (8/10/2019). (Solopos/Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang guru honorer di Boyolali, Giri Ade Susanto, 27, warga Dukuh Plumutan RT 009/RW 003 Desa Salakan, Teras, Boyolali, ditangkap aparat Polres Boyolali, Selasa (8/10/2019) pukul 01.00 WIB.

Guru honorer di salah satu SD di Boyolali itu kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 15 gram.

Wakapolres Boyolali Kompol Donny Eko Listiyanto mengatakan polisi telah mengintai Giri sebelum menangkapnya.

“Ada informasi dari masyarakat, pelaku akan melakukan transaksi narkoba. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan mengamati lokasi. Setelah melihat orang yang sudah kami curigai, kami dekati dan kami geledah ternyata dia membawa sabu-sabu 15 gram,” ujarnya kepada Solopos.com di Satlantas Boyolali, Selasa.

Baca juga: Bupati Karanganyar Ingin Soloraya Plus 3 Daerah di Jatim Gabung Jadi Provinsi

Ia menambahkan narkoba golongan satu berjenis sabu sabu yang dibawa Giri sudah dikemas dalam empat paket dan siap diedarkan.

“Kepada siapa barang itu akan dikirim kami masih selidiki. GA mengaku barang tersebut didapatkan dari salah seorang berinisial DN untuk dibawa ke salah seorang berinisial BW di LP wilayah Pati,” kata dia.

Giri mengaku tidak mengenal pemasok barang yang dia dapat karena tidak pernah bertemu langsung dan hanya berkomunikasi via telepon. Dia hanya bertugas mengambil barang di suatu tempat kemudian menempatkannya di tempat-tempat yang sudah ditentukan pengendalinya.

Baca juga: Her Suprabu Tawarkan Solusi Atas Polemik Persis Solo

“Saya tidak kenal orang-orangnya. Saya hanya disuruh ambil barang lalu mengirimkan barang tersebut di tempat tertentu,” kata Giri.

Untuk tugas ini dia dijanjikan upah Rp1 juta. Namun belum sempat mendapat upah itu, dia sudah ditangkap polisi.

Giri sehari-hari bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah dasar (SD) swasta di Boyolali. Giri mengaku sudah dua kali menjadi kurir narkoba. Dia mengaku melakukannya untuk menambah penghasilan.

“Sudah dua kali. Kedua kali ini sudah ditangkap oleh polisi. Hasilnya untuk tambah-tambah penghasilan,” ujar GA.

Baca juga: Bayi Kembar Ammar Zoni dan Irish Bella Meninggal di Kandungan

Giri kini ditahan di Mapolres Boyolali untuk menjalani proses hukum. Dia dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman Pasal 114 ayat (2) adalah pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp 1 miliar maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiganya.

Sedangkan ancaman hukuman Pasal 112 ayat (2) adalah pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda Rp800 juta-Rp8 miliar.

 

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten