Guru Besar UI Meninggal Diduga Tertular Pasien Suspect Corona Bandel, Curhatan Anaknya VIral
Lelayu Guru Besar UI, Bambang Sutrisna. (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA – Bambang Sutrisna, Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) meninggal dunia di RS Persahabatan, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dia menjalani perawatan karena masuk kategori PDP Corona.

Tetapi, sampai saat ini belum ada informasi pasti penyebab meninggalnya Guru Besar UI tersebut. Pihak UI masih meninggu hasil tes laboratorium yang sempat dilakukan terhadap Bambang Sutrisna.

Putri Profesor Bambang Sutrisna, Leonita Triwachyuni, menyampaikan curahan hati tentang kematian sang ayah lewat media sosial. Lewat akun Instagram @nonznonz, dia menjelaskan sang ayah kemungkinan tertular pasien suspect corona yang sempat ditangani.

Melonjak! Jumlah ODP Corona di Solo 2.795, 56 Dikarantina

Diduga Tertular Corona

Leonita mengatakan, pasien yang ditangani Guru Besar UI tersebut memperlihatkan hasil rontgen paru-paru yang sudah putih. Namun, si pasien yang sempat dirawat di rumah sakit itu justru memilih pulang dengan berbagai alasan.

Menurut Leonita,dia telah melarang sang ayah membuka praktik. Namun, Guru Besar Ui itu tetap nekat praktik dengan alasan kemanusiaan.

“Ayah bisa dibilang bandel, disuruh jangan praktik, bilangnya kasian dari orang jauh. Ternyata pasien yang dibilang kasian itu adalah suspect Covid-19 dengan rontgen paru-paru udah putih semua. Pasien tersebut yang pulang paksa dari RS Bintaro karena ini dan itu," terang Leonita lewat Instagram stories yang telah dikonfirmasi Detik.com.

Tak Hanya di Indonesia, Ini 8 Jenis Gorengan dari Berbagai Dunia

Diisolasi

Tak lama setelah memeriksa pasien itu, Bambang Sutrisna mengeluhkan demam dan sesak napas. Gejala khas yang dialami orang terinfeksi virus corona.

Gejala itu muncul setelah si Guru Besar UI berkontak dengan pasien suspect corona. Leonita lantas membawa ayahnya ke rumah sakit dan akhirnya diisolasi.

"Ayah saya demam, sesak. Fyi, ayah saya adalah orang yang ga pernah ngeluh. Patah kaki aja masi jalan. Batuk2 masih ngajar dari rumah. Jadi, ketika mengeluh sesak, itu ga main2," imbuh dia.

TNI & Polri Patroli di Klaten Bubarkan Kerumunan Demi Cegah Corona

Saat dirawat, Bambang Sutrisna sempat menelepon mengeluh sesak napas yang tak tertahan.

"Dibawa ke RS, sesak gak membaik. Saturasi terus turun, RPJ (resusitasi jantung paru), intubasi, dan meninggal," sambung dia.

Leonita yakin ayahnya meninggal akibat infeksi virus corona. Guru Besaar UI itu diduga tertular pasien suspect corona yang nekat pulang meski seharusnya dirawat di RS.

"Saya tulis ini cuma mau minta tolong jangan bandel, di rumah aja, dan yang udah di RS jangan bandel sampe pulang paksa. Marah?? Jelas saya marah karena ada orang egois macam kalian yang gak mau nurut dan bawa penyakit buat keluarga kita," tambahnya.

Dokter: Jangan Panik! Batuk & Pilek Kini Bisa Jadi ODP Corona di Solo

Kesedihan Keluarga

Apalagi kematian pasien Covid-19 amat menyedihkan lantaran tidak ditemani keluarga. Seperti yang dialami Guru Besar UI, Bambang Sutrisna.

"Yang menyedihkan buat pasien Covid adalah meninggal sendirian, sesak sendirian, mau minta tolong? Ga ada perawat berjaga, isolasi tertutup, keluarga ga bisa lihat. Tahu apa yang papa lakukan pas sesak tadi malem? telepon anak dan menantunya, minta tolong,” tegasnya.

Apple Siri di AS Bisa Deteksi Dini Pengguna Terpapar Corona

Leonita berharap apa yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk patuh pada anjuran pemerintah, dengan tetap berdiam diri di rumah agar bisa memutus mata rantai persebaran virus corona di Tanah Air.

Kematian Guru Besar Epidemologi Fakutas Kesehatan Masyarakat Ui, Prof. Dr. dr Bambang Sutrisna, MHSc, itu pun mendapat simpati dari IDI. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan belasungkawa melalui Instagram.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho